BERITA & ISU SOSIAL

INFO TERKINI PERINDO

04 Feb 2015 00:57

Perindo Akan Bangun Masyarakat Tingkat Bawah

JAKARTA – Ekonomi Indonesia terus tumbuh, tetapi kesenjangan semakin melebar. Penduduk miskin kian tertinggal. Hal itulah yang dikatakan Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (HT).

Menurutnya, cita-cita Perindo amatlah senderhana dengan menyejahterakan Indonesia, sehingga bisa sejajar dengan negara-negara lain.

“Perjuangan Partai Perindo sangat sederhana, bagaimana pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa merata,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPP Perindo, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2015).

HT menuturkan, saat ini pergerakan ekonomi di Indonesia didominasi oleh kalangan atas. Sementara mayoritas penduduk Indonesia adalah menengah ke bawah. Artinya, kata HT, ndonesia hanya memiliki sedikit penggerak ekonomi. Lebih banyak masyarakat yang sejahtera, maka akan lebih banyak penggerak ekonomi di Indonesia.

“Bila kesenjangan bisa dipersempit, maka pertumbuhan ekonomi bisa terbang. Bisa mencapai sekitar 7-9 persen. Sebab, penggerak ekonomi akan semakin banyak,” imbuhnya.

Masyarakat bawah yang dimaksud HT adalah para pengusaha kecil, petani, nelayan, buruh. Yang merupakan profesi mayoritas dari penduduk Indonesia.

“Contoh saja UMKM. Saat ini untuk meminjam modal saja sulit dan bunganya tinggi sekali. Harusnya mereka didukung dengan akses modal yang mudah dan bunga rendah,” ungkapnya.

Dengan demikian, HT mengatakan, seharusnya UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia mendapat perlakuan khusus agar mereka bisa berkembang. Di antaranya adalah membangun bank khusus UMKM. Agar akses modal mudah dan bunga pinjaman murah.

Seperti diketahui kesenjangan ekonomi di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), gini ratio mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Angka gini ratio tahun 2013 mencapai 0,413.

Angka tersebut menunjukkan tingkat kesenjangan tertinggi dalam sejarah Indonesia. Sebelumnya, pada 2012 dan 2011 berturut-turut sebesar 0,41. Sedangkan pada 2010 rasio gini sebesar 0,38.

Rasio gini, sebuah alat ukur statistik yang mengukur ketimpangan pendapatan masyarakat. Seperti diketahui, semakin besar gini ratio, semakin besar tingkat ketimpangan. Bila melebihi 0,5, maka ketimpangan sudah sangat jauh antara yang kaya dan yang miskin. Lebih dari 0,6 adalah rasio berbahaya, ketimpangan sosial ekonomi tak lagi bisa ditoleransi. (Gunawan Wibisono)

share article by

Latest Tweet

@PartaiPerindo

facebook fans

PERINDO

SEKRETARIAT DPP PERINDO

Jl. Pangeran Diponegoro 29
Menteng, Jakarta Pusat 10310
Telp : +62 21 - 3192 4109
Fax : +62 21 – 3192 5485
Email: sekretariat@partaiperindo.com
Peta alamat.

Copyright © 2017 Partai Persatuan Indonesia (Partai PERINDO). All rights reserved.

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]