PERINDO UPDATE

14 Nov 2017 20:18

Sepenggal Cerita Mbah Sri Dapat Bantuan dari Partai Perindo

PONOROGO – Mbah Sri tergulai lemah di atas kasur kusam tempatnya bersandar. Raut wajah nenek berusia 70 tahun itu terlihat layu.

Sesekali dia mencoba beranjak, menginjakkan kaki di tanah dalam rumahnya, sedangkan dua tangannya menerpa pada dinding rumah.

Namun Sri Mulyani atau yang akrab disapa Mbah Sri tetap semangat dalam menjalani hidup meski dalam kondisi memprihatinkan. Sampai akhirnya uluran tangan datang dari Partai Perindo Ponorogo yang diterima Mbah Sri dengan wajah sumringah.

Tinggal di rumah beratapkan bambu beralaskan tanah dengan ukuran 2 x 4 meter bertempat di RT 1 RW 4, Kelurahan Bangunsari, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Mbah Sri mencoba menerima keadaannya.

Kondisi rumah sempit di sebuah gang kecil membuat Mba Sri tak bisa beranjak dari kondisi yang serba pelik.

Dengan lingkungan rumah yang tak bersih dengan ranjang reot serta barang tak tertata rapi membuatnya hanya bisa terbaring lemah tak berdaya, tak mampu menata rumah miliknya.

Prihatin dengan kondisi Mbah Sri, Ketua DPD Partai Perindo Ponorogo Lisdyarita bersama pengurus partai berkunjung ke rumah nenek tersebut akhir pekan lalu.

Tiba di lokasi, pengurus Partai Perindo Ponorogo memberikan bantuan berupa uang tunai dan sembako.

DOa2L4xUEAAeVH_

Lisdyarita mengatakan rumah mungil tak layak huni itu dijadikannya Mbah Sri sebagai tempat tidur, mandi dan memasak.

Di dalam rumah itu terdapat sebuah tempat tidur, lemari pakaian,  meja dan tembok yang menjadi pembatas dengan kamar mandi.

Sementara atap rumah Mba Sri terbuat dari kerangka bambu sudah tampak rapuh. Kalaupun hujan turun jelas saja air masuk lewat celah atap yang bocor.

”Melihat kondisi ini, kami tak mau diam. Kami tergugah untuk membantu nenek sebatang kara yang tinggal di rumah sederhana ini. Keadaan rumahnya mirip gubuk  dan memprihatinkan,” papar Lisdyarita, Selasa (14/11/2017).

Dia menuturkan di usia Mbah Sri yang mencapai 70 tahun, perempuan renta tersebut hidup dalam kondisi yang serba sulit dan sebatang kara. Kesehariannya hanya terdiam di rumah dan merenung di atas sebuah ranjang sempit serta rapuh.

”Seharusnya di usia senja bisa menikmati hidup yang nyaman bersama anak dan cucu. Namun, nenek ini tidak memiliki anak. Sedangkan saudara lainnya entah ada di mana seakan tidak ada yang peduli,” ujarnya.

Lisdyarita mengungkapkan selama ini sudah banyak tetangga yang peduli dengan kondisi Mbah Sri. Bahkan, pihak RT RW setempat juga aktif memberikan bantuan. Tak sedikit orang yang ditunjuk merawat Mbah Sri secara bergantian.

Lisdya mengaku sempat mengajak dan menawari Mbah Sri  untuk pindah ke panti jompo. Namun, Mbah Sri menolak usulan tersebut.

Mboten, kulo teng mriki mawon. Matur suwun (Saya tinggal di sini saja. Terima kasih),” kata Lisdya menirukan ucapan Mbah Sri saat ditemui di tempat tinggalnya.

Yayuk Susanti

VIDEO PROFILE

kutipan-web-perindo
Daftar-Online-Partai-Perindo

Latest Tweet

@PartaiPerindo

facebook fans

PERINDO

SEKRETARIAT DPP PARTAI PERINDO

Jl. Pangeran Diponegoro 29
Menteng, Jakarta Pusat 10310
Telp : +62 21 - 3192 4109
Fax : +62 21 – 3192 5485
Email: sekretariat@partaiperindo.com

Copyright © 2017 Partai Persatuan Indonesia (Partai PERINDO). All rights reserved.

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]