PERINDO UPDATE

17 Apr 2018 09:57

Pelajar SMP Ngebet Nikah, Perindo: Peringatan Serius


JAKARTA – Dua pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendaftarkan diri untuk menikah di kantor urusan agama (KUA) Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Rencana pernikahan dua anak beranjak remaja yang belum memasuki usai dewasa itu menyorot banyak perhatiannya masyarakat, tak terkecuali politisi Partai Perindo.

“Mereka belum layak menikah. Pernikahan usia dini bisa dilihat sebagai peringatan serius karena jika dilihat dari patokan usia,” ujar Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai Perindo Ratih Purnamasari Gunaevy saat dimintai keterangan, Senin (16/4/2018).

Diketahui, dua pelajar yang ngebet ingin menikah usianya masih di bawah 16 tahun yakni remaja lelaki masih berusia 15 tahun 10 bulan, sementara yang perempuan berusia 14 tahun 9 bulan.

Kejadian ini tidak jauh berbeda dengan adanya pernikahan remaja SMP yang berusia 15 tahun di Baturaja, Sumsel, Juni 2017 lalu.

“Secara pribadi saya tidak setuju dengan kasus yang terjadi di Bantaeng Sulsel tersebut, yang pada akhirnya alasan dispensisasi digunakan itu justru tidak masuk akal karena akan membuat persoalan semakin komplek,” tegasnya.

Ratih mengungkapkan menikah di usia di bawah 17 tahun harus mempertimbangkan kondisi kesehatan, misalnya remaja putri itu terlalu muda untuk siap mengandung seorang anak.

Menurut Ratih pernikahan usia dini pada dasarnya berangkat dari berbagai macam alasan, contohnya perjodohan, hamil di luar nikah dan lain sebagainya.

“Apalagi peraturan sudah jelas di negara kita untuk usia pernikahan sebagaimana yg tercatat dalam UU Perkawinan,” ucap Ratih.

UU Perkawinan menentukan batas umur untuk menikah yakni 19 tahun bagi pria dan 16 tahun untuk wanita.

Pembatasan umur tersebut dimaksudkan salah satunya sebagai pencegahan terhadap perkawinan yang masih di bawah umur.

Ratih menyebutkan masyarakat di wilayah tertentu di Indonesia ini memang masih kental dengan aturan adat yang membolehkan pernikahan pada anak di bawah umur.

“Ada juga yang mendorong hal tersebut adalah karena faktor ekonomi,” kata Ratih.

Menikah membutuhkan kesiapan dan kematangan dari segala aspek. Usia, mental, pola pikir dan tanggungjawab.

Karenanya, sudah menjadi tanggungjawab bersama agar masyarakat, utamanya anak-anak yang beranjak dewasa mendapatkan wawasan yang baik terkait pernikahan.

“Selain bimbingan dari orangtua dan lingkungan sekitar pun wajib mengambil peran jika diperlukan,” tutur Ratih.

VIDEO PROFILE

kutipan-web-perindo
Daftar-Online-Partai-Perindo

Latest Tweet

@PartaiPerindo

facebook fans

PERINDO

SEKRETARIAT DPP PARTAI PERINDO

Jl. Pangeran Diponegoro 29
Menteng, Jakarta Pusat 10310
Telp : +62 21 - 3192 4109
Fax : +62 21 – 3192 5485
Email: sekretariat@partaiperindo.com

Copyright © 2018 Partai Persatuan Indonesia (Partai PERINDO). All rights reserved.

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]