PERINDO UPDATE

02 Feb 2018 20:44

Pemuda Perindo Sesalkan Perilaku Siswa Aniaya Guru hingga Tewas


JAKARTA – Dunia pendidikan Indonesia kembali menjadi sorotan. Ini menyusul kasus Ahmad Budi Cahyono guru seni rupa SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura yang tewas dianiaya siswanya berinisial MH, Kamis (1/2/2018) kemarin.

Ketua DPP Pemuda Perindo, Effendi Syahputra prihatin dan menyesalkan kejadian yang merenggut nyawa seorang pendidik. Apalagi, penganiayaan itu dilakukan seorang siswa terhadap gurunya yang seharusnya menjadi panutan.

“Pemuda Perindo prihatin atas kejadian ini. Turut berduka cita atas gugurnya guru muda di Sampang,” ujar Effendi Syahputra saat dihubungi, Jumat (2/2/2018).

“Semestinya tidak seperti ini (siswa menganiaya guru), seharusnya seorang anak didik menghormati guru selayaknya orangtua sendiri,” tambah Effendi.

Effendi menuturkan kejadian memilukan bagi dunia pendidikan ini karena pola didikan orangtua yang ditanamkan kepada anak tidak terarah.

“Saya pikir kejadian ini adalah salah satu contoh bentuk ketidakberhasilan orangtua dalam mendidik anaknya,” ungkapnya.

Effendi melanjutkan orangtua yang mendidik anaknya dengan perilaku sopan santun akan mencerminkan perilaku anak di lingkungan luar rumah.

Namun sebaliknya, jika orangtua tidak mendidik anaknya tanpa aturan dan moralitas yang ditanamkan maka semua akan ditanggalkan.

“Dalam hal ini, si anak merasa tidak tertanam sikap harus menghormati guru,” ungkap Effendi.

Pemuda Perindo berpesan kepada orangtua untuk lebih memperhatikan pentingnya memberikan pendidikan dini yang komperhensif.

Bagaimana pun, menurut Effendi, pendidikan itu bukan hanya dari bangku pendidikan formal, melainkan dari lingkungan rumah maupun organisasi di luar sekolah.

“Pendidikan non-formal biasanya lebih menitiberatkan pada membangun karakter anak untuk nantinya bisa tertanam sifat saling menghormati dan menghargai, baik seumuran atau pun kepada yang lebih tua,” tandas Effendi.

Sebagaimana diketahui, insiden penganiayaan itu bermula saat guru Budi sedang memberikan materi pelajaran seni lukis di ruang kelas, siang kemarin. Ketika sedang mengajar, siswanya berinisial MH tidak mendengarkan apa yang disampaikan Budi.

Dinilai menganggu jalannya mata pelajaran, Budi kemudian menegur dan mencoret pipi MH dengan cat tulis. Tak terima dipermalukan di depan teman-temannya, MH kemudian murka dan memukul gurunya di dalam kelas.

Bahkan, usai pulang sekolah, MH kembali melepaskan bogem mentah ke Budi, hingga kemudian sang guru dikabarkan meninggal keesokan harinya usai dirawat di rumah sakit setempat akibat penganiayaan siswanya.

VIDEO PROFILE

kutipan-web-perindo
Daftar-Online-Partai-Perindo

Latest Tweet

@PartaiPerindo

facebook fans

PERINDO

SEKRETARIAT DPP PARTAI PERINDO

Jl. Pangeran Diponegoro 29
Menteng, Jakarta Pusat 10310
Telp : +62 21 - 3192 4109
Fax : +62 21 – 3192 5485
Email: [email protected]

Copyright © 2018 Partai Persatuan Indonesia (Partai PERINDO). All rights reserved.

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]