PERINDO UPDATE

13 Feb 2018 15:39

Gandeng Petani, Grind Buleleng Kembangkan Budidaya Bunga Gemitir


BULELENG – DPD Garda Rajawali Perindo (Grind) Kabupaten Buleleng merangkul petani setempat untuk membudidayakan bunga gemitir. Bunga yang begitu populer dan permintaan yang cukup tinggi di Bali ini biasanya digunakan untuk sarana upacara adat dan keagamaan.

Ketua DPD Garda Rajawali Perindo (Grind) Kabupaten Buleleng Made Sumakwan mengatakan dalam budaya adat Bali, bunga gemitir merupakan jenis bunga yang tidak asing lagi digunakan masyarakat untuk kegiatan sehari-hari.

Selain untuk sarana upacara adat dan keagamaan, bunga gemitir kerap dicari untuk pelengkap dekorasi pesta, atribut karnaval, tanaman hias untuk sektor perhotelan dan lain sebainya. Karenanya, Grind Buleleng berencana membudidayakan bunga tersebut dengan bekerjasama dengan petani setempat.

“Grind ingin potensi lokal yang ada dengan budidaya bunga gemitir ini agar dapat menggerakkan masyarakat semakin berdaya,” tutur Made Sumakwan, Selasa (13/2/2018).

Tercetusnya gagasan ini, awalnya DPD Grind Kabupaten Buleleng berdiskusi dengan seluruh DPC  dan kemudian mengajak serta berkomunikasi dengan tokoh masyarakat desa. Akhirnya, lanjut Sumakwan, muncul sebuah program untuk membudidayakan bunga gemitir di mana kebutuhan akan bunga tersebut cukup tinggi di Bali.

“Permintaan bunga gemitir sangat tinggi karena memang merupakan kebutuhan sehari-hari,” terangnya.

Sebagai percontohan budidaya bunga gemitir, Grind menunjuk Desa Dencarik, Kecataman Banjar untuk dijadikan salah satu pusat pengembangan program unggulan pertanian di Kabupaten Buleleng. Menggandeng petani setempat, Grind memfasilitasi pengadaan bibit sementara lahan disediakan oleh petani.

“Ke depan tentunya program ini diharapkan bisa dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng dengan menggerakkan seluruh kader di tingkat DPC,” jelas Sumakwan.

Menurutnya membudidayakan bunga jenis ini menerapkan pola tanam yang sederhana dengan tingkat kebutuhan air yang relatif tidak banyak.

Dalam proses penanamannya, petani dianjurkan mengurangi pemakaian pupuk dan pestisida kimia atau sintetis. Ada baiknya petani yang dibina Grind dalam budidaya bunga gemitir ini mengunakan pupuk organik.

“Memperoleh bibitnya pun sangat mudah, bibitnya kami dapatkan dari daerah Bedugul,” ungkap Sumakwan.

Sementara itu, Ketua DPC Grind Kecamatan Banjar Made Suarbawa menambahkan wilayah Banjar, Bali terkenal dengan potensi buah anggur dan bunga gemitir.

“Yang mendominasi di sini bunga gemitir ini, di samping karena permintaan yang terus stabil dan pemeliharaannya tidak terlalu sulit,” ungkap Suarbawa.

Menurut Suarbawa dalam budidaya bunga gemitir, Grind Kecamatan Banjar yang akan menyuplai bibit bunga tersebut ke petani, dan petani diberikan kebebasan menanam bibit bunga itu di lahan perkebunan milik mereka. Ke depan, Grind ingin program ini tersebar luas di Kabupaten Buleleng.

“Bahkan bisa se-Provinsi Bali, sedang kami koordinasikan dengan DPD Grind Buleleng dan DPW Grind Bali,” pungkas Suarbawa.

VIDEO PROFILE



29
Daftar-Online-Partai-Perindo

Latest Tweet

@PartaiPerindo

facebook fans

PERINDO

SEKRETARIAT DPP PARTAI PERINDO

Jl. Pangeran Diponegoro 29
Menteng, Jakarta Pusat 10310
Telp : +62 21 - 3192 4109
Fax : +62 21 – 3192 5485
Email: [email protected]

Copyright © 2018 Partai Persatuan Indonesia (Partai PERINDO). All rights reserved.

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]