PERINDO UPDATE

16 Apr 2018 14:00

Ekonom Unair: Pemerintah Harus Gerilya Lacak Transaksi Belanja Online Asing


JAKARTA – Pakar Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Muhammad Nafik berharap pemerintah segera bergerilya menelusuri perusahaan belanja online asing yang masuk ke market Indonesia.
“Dengan begitu, pemain belanja online luar negeri akan ketahuan dari jejak transaksi mereka. Perlu ada kerjasama dengan pihak perbankan terkait sistem finansial teknologi saat ini karena sekarang rata-rata sistem pembayaran atau transaksi keuangan melalui teknologi virtual,” papar Nafik saat dihubungi, Jumat (13/4/2018).
Hal ini sampaikan Nafik menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang meminta perlunya dibuatkan aturan tarif pajak bagi belanja online asing.
Nafik mengatakan aturan main tarif pajak belanja online selain sebagai upaya perlindungan bagi UMKM, juga menahan laju pemain asing dengan menetapkan pajak bagi mereka. Di sisi lain, pemerintah juga harus bisa mengimbangi strategi dengan mendorong UMKM ke pasar ekspor melalui pemanfaatan teknologi online.
“UMKM pun nantinya harus mampu memanfaatkan teknologi digital ini untuk meningkatkan pasar mereka, karena akan lebih luas pasarnya dan menjangkau mana saja di seluruh dunia,” pungkas Nafik.
Meski begitu, ekonom yang aktif sebagai Ketua Umum Majelis Sarjana Ekonomi Islam (MASEI) ini mengungkapkan masyarakat Indonesia saat ini lebih menikmati berbelanja lewat online yang dirasa lebih praktis.
“Kegiatan belanja hampir 40% saat ini sudah melalui online karena lebih memudahkan. Kelihatannya saja tingkat belanja masyarakat turun, ternyata tidak karena aktifitas transaksinya melalui online,” jelas Nafik.
Sebagaimana diberitakan, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengatakan perlu regulasi untuk untuk melindungi usaha padat karya dari perusahaan berbasis internet yang didominasi asing.
Toko online, menurut Hary Tanoe seharusnya jangan menjual produk yang bersaing dengan UMKM. Melainkan bisa membantu UMKM dengan menjual barang-barang produksi UMKM.
Selain itu Hary Tanoe menjelaskan perlunya ada pengaturan tarif pajak belanja online asing untuk melindungi ritel dalam negeri.
Diketahui saat ini belanja online asing baru akan dikenakan pajak bila harga barang yang dibeli di atas US$ 100. Barang di bawah harga tersebut tidak dikenai pajak.
Hal tersebut berdampak pada lesunya usaha lokal, bahkan tak sedikit yang harus menutup usahanya karena tidak mampu bersaing.
Sementara Indonesia membutuhkan lapangan kerja menghadapi pesatnya pertumbuhan usia produktif karena bonus demografi.
Hary mengungkapkan lapangan kerja harus tumbuh lebih cepat dari pada pertumbuhan pencari kerja, sehingga kesejahteraan akan meningkat.

VIDEO PROFILE



29
Daftar-Online-Partai-Perindo

Latest Tweet

@PartaiPerindo

facebook fans

PERINDO

SEKRETARIAT DPP PARTAI PERINDO

Jl. Pangeran Diponegoro 29
Menteng, Jakarta Pusat 10310
Telp : +62 21 - 3192 4109
Fax : +62 21 – 3192 5485
Email: [email protected]

Copyright © 2018 Partai Persatuan Indonesia (Partai PERINDO). All rights reserved.

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]