2 WNA Tewas di Labuan Bajo, Legislator Perindo Dorong Audit Keselamatan & Pembenahan Wisata
Selasa 26 Mei 2026 13:49 WIBMANGGARAI BARAT - Audit keselamatan, pembenahan infrastruktur hingga evaluasi berkala fasilitas wisata perlu segera dilakukan di kawasan wisata Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Langkah cepat dinilai penting agar standar keamanan pengunjung lebih terjamin, sekaligus menjaga kepercayaan terhadap Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata premium.
Anggota DPRD Manggarai Barat sekaligus Ketua DPD Partai Perindo Manggarai Barat Hasanudin mengatakan, tragedi yang terjadi belakangan harus menjadi momentum pembenahan serius terhadap pengelolaan fasilitas wisata.
“Di satu sisi ini kecelakaan, tapi di sisi lain saya melihat ada kegagalan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo. Ini masalah serius, bukan hal sepele yang bisa dibiarkan,” ujar Hasanudin, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, status Labuan Bajo sebagai destinasi premium harus dibarengi fasilitas yang aman dan terawat. Jika aspek keselamatan diabaikan, dampaknya tidak hanya pada wisatawan, tetapi juga terhadap reputasi pariwisata yang selama ini dibangun.
“Saya sangat khawatir dengan citra pariwisata Labuan Bajo. Sekarang kita sudah jadi destinasi premium, tapi kejadian seperti ini justru memberi kesan buruk. Kepercayaan wisatawan adalah aset utama kita, kalau ini rusak, dampaknya panjang,” tuturnya.
Sorotan terhadap aspek keselamatan itu menguat setelah musibah ambruknya jembatan gantung kayu di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Minggu (24/5/2026). Peristiwa tersebut merenggut nyawa dua wisatawan asal Austria, Jurgen (54) dan Astrid (56), yang jatuh dari ketinggian sekitar 10 meter ke bebatuan di dasar sungai.
Bagi Sarjana Kehutanan lulusan Universitas Satria Makassar ini, insiden tersebut harus menjadi alarm agar pengawasan dan pemeliharaan fasilitas wisata diperketat, terutama di titik dengan tingkat kunjungan tinggi.
“Pemerintah daerah harus segera lakukan evaluasi besar-besaran. Kenapa kasus seperti ini berulang? Artinya ada masalah mendasar yang belum disentuh. Ini tidak bisa dianggap biasa saja, harus disikapi dengan langkah nyata,” tegasnya.
Hasanudin menambahkan, keselamatan wisatawan berkaitan langsung dengan perputaran ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah. Karena itu, pembenahan fasilitas wisata tidak bisa lagi ditunda.
“Perbaikan infrastruktur di titik-titik wisata ramai harus jadi prioritas utama. Kenyamanan dan keamanan wisatawan itu berkaitan langsung dengan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Kalau wisatawan aman dan nyaman, ekonomi warga pasti berputar. Jangan sampai karena fasilitas yang tak terurus, kita rugi besar,” pungkasnya.


