Akses Jalan dan Sungai Tersendat, Dialog DPR Papua Dorong Ekonomi Warga Ifale
Senin 20 April 2026 14:11 WIBJayapura - Keterbatasan infrastruktur dasar masih menjadi hambatan utama bagi aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah Papua. Akses jalan yang belum memadai serta kondisi sungai yang belum tertata berdampak langsung pada mobilitas warga dan distribusi hasil ekonomi lokal.
Kondisi tersebut mengemuka dalam dialog dan koordinasi antara anggota DPR Provinsi Papua dan masyarakat Kampung Ifale, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (20/4/2026). Warga menyoroti belum terealisasinya usulan pembangunan yang telah diajukan sejak tahun sebelumnya.
Anggota Komisi I DPR Provinsi Papua dari Partai Perindo, Johny Suebu, menyebut aspirasi utama masyarakat berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur dasar yang dinilai mendesak.
“Masyarakat menanyakan bagaimana dengan meraka punya usulan tahun lalu, minta pemerintah bangun akses jalan sepanjang 4 km dan normalisasi sungai,” ujar dia.
Ketiadaan akses jalan sepanjang 4 kilometer tersebut dinilai menghambat pergerakan masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi harian. Di sisi lain, kondisi sungai yang belum dinormalisasi berpotensi menimbulkan risiko lingkungan sekaligus mengganggu pemanfaatan sumber daya air oleh warga.
Situasi ini memperlihatkan keterkaitan langsung antara infrastruktur dasar dan penguatan ekonomi kerakyatan. Tanpa akses yang memadai, aktivitas produksi dan distribusi masyarakat di tingkat kampung sulit berkembang secara optimal.
Menindaklanjuti hal tersebut, Johny Suebu menegaskan bahwa dorongan terhadap realisasi pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas dalam pengawalan aspirasi masyarakat.
“Ini bukan hanya soal akses, tetapi bagaimana jalan dan sungai itu bisa mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kampung agar lebih lancar,” kata dia.
Dalam kegiatan yang sama, Johny Suebu juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga sebagai respons atas kebutuhan langsung masyarakat di tengah keterbatasan akses dan tekanan ekonomi.
“Bantuan ini untuk membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat, terutama di tengah kondisi akses yang masih terbatas,” ucap dia.
Penyaluran bantuan tersebut dinilai sebagai langkah jangka pendek untuk menjaga daya tahan masyarakat, sekaligus bagian dari pendekatan ekonomi kerakyatan yang menempatkan pemenuhan kebutuhan dasar sebagai prioritas.
Dialog tersebut menjadi ruang konsolidasi antara masyarakat dan wakil rakyat agar kebutuhan tidak berhenti pada usulan, tetapi masuk dalam prioritas pembangunan daerah. Ke depan, percepatan pembangunan akses jalan dan normalisasi sungai di Kampung Ifale dinilai menjadi langkah strategis untuk membuka keterisolasian wilayah, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan berbasis aktivitas produktif masyarakat setempat.


