Aleg Perindo Winda Sari Perkuat Sistem PKK Guntung Paikat, Fokus Data dan Kesejahteraan Keluarga
Selasa 31 Maret 2026 11:28 WIBBARITO TIMUR – Penguatan kesejahteraan keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan sosial di tingkat akar rumput. Peran organisasi kemasyarakatan seperti PKK dinilai strategis dalam mendorong perubahan berbasis komunitas, terutama melalui pendekatan yang terarah dan berkelanjutan.
Upaya tersebut mulai diperkuat melalui konsolidasi internal yang dilakukan Ketua TP PKK Kelurahan Guntung Paikat, Winda Sari. Sebagai kader Partai Perindo sekaligus Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Barito Timur, dia menekankan pentingnya membangun sistem organisasi yang solid sebagai dasar menjalankan program yang berdampak.
Langkah awal difokuskan pada penguatan internal agar seluruh pengurus memiliki arah yang sama dalam menjalankan program kerja. Soliditas tim menjadi perhatian utama untuk memastikan setiap kegiatan berjalan terkoordinasi dan tidak terfragmentasi.
"Selanjutnya, pemetaan data dan kondisi wilayah, karena akan menjadi dasar program, bukan sekadar asumsi," tambahnya.
Pendekatan berbasis data dinilai penting agar program yang dijalankan tidak hanya bersifat umum, tetapi mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Dengan pemetaan yang tepat, arah kebijakan di tingkat kelurahan dapat lebih terukur dan efektif.
Ke depan, dia menargetkan PKK Guntung Paikat menjadi organisasi yang aktif dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui aspek kesehatan dan ekonomi rumah tangga.
"PKK Guntung Paikat ke depan kami harapkan menjadi PKK yang aktif, berbasis data, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kesehatan dan ekonomi rumah tangga. Kami berharap juga PKK menjadi pelopor lingkungan bersih dan mandiri pangan. Dalam hal ini, fokusnya pada kebersihan lingkungan, bank sampah, dan juga tanaman pekarangan," jelasnya.
Di tengah peran ganda sebagai anggota DPRD di luar wilayah Kalimantan Selatan, dia mengakui adanya tantangan dalam menjaga efektivitas kepemimpinan. Namun, pendekatan berbasis sistem dipilih agar organisasi tetap berjalan tanpa bergantung pada kehadiran fisik.
"Memimpin TP PKK kelurahan sambil menjadi anggota DPRD di provinsi lain tetap bisa berjalan efektif asalkan kami mengubah pola kepemimpinan dari selalu hadir menjadi menggerakkan sistem dan orang. Walaupun saya tidak bisa selalu ada, organisasi harus tetap hidup dan bergerak," ungkapnya.
Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu solusi dalam menjaga koordinasi antar pengurus, sehingga komunikasi tetap berjalan secara intensif.
"Di era modern saat ini, kita bisa berkoordinasi menggunakan grup WhatsApp pengurus inti maupun per pokja. Saya juga akan mengupayakan untuk bisa hadir, walaupun tidak terlalu sering, serta menyusun jadwal berkala," katanya.
Menurut dia, keberhasilan program sangat ditentukan oleh kekuatan sistem dan kerja tim yang terbangun di dalam organisasi.
"Dengan sistem yang kuat dan tim yang solid, insyaallah PKK Guntung Paikat tetap aktif, tertata, dan berdampak meskipun dipimpin secara lintas wilayah," tegasnya.
Pengalaman di dunia legislatif menjadi bekal dalam mengelola organisasi secara lebih terstruktur. Sebagai kader Partai Perindo, pendekatan yang dibangun diarahkan pada penguatan peran masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup di tingkat keluarga.
Terkait target program, dia mengaku optimistis dengan tetap mempertimbangkan dinamika di lapangan.
"Saya boleh mengatakan sangat optimistis, tetapi optimistis yang realistis, kurang lebih 80 persen, bukan optimistis penuh 100 persen. Hal ini karena saya memiliki peran ganda sebagai ketua PKK dan juga anggota DPRD di wilayah yang berbeda, serta adanya ketergantungan pada tim dan dinamika kader serta masyarakat," ujarnya.
Fleksibilitas dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan program tetap berjalan meski menghadapi berbagai tantangan.
"Artinya, timeline pasti akan sedikit bergeser dan ini hal yang normal, bukan kegagalan. Saya tidak mengejar kesempurnaan timeline, tetapi memastikan PKK tetap bergerak, hidup, dan berdampak. Optimistis? Ya. Harus fleksibel? Wajib. Harus siap penyesuaian? Pasti," pungkasnya.


