searchCari
Daftar Anggota
  • Berita
  • Banjir Lebong, Rabima Kamsi Salurkan Sembako dan Dorong Pemulihan Ekonomi Warga
Banjir Lebong, Rabima Kamsi Salurkan Sembako dan Dorong Pemulihan Ekonomi Warga
Anggota DPRD Kabupaten Lebong Rabima Kamsi turun langsung ke lokasi terdampak di Desa Tanjung Bunga II, Kecamatan Lebong Tengah

Banjir Lebong, Rabima Kamsi Salurkan Sembako dan Dorong Pemulihan Ekonomi Warga

Rabu 08 April 2026 14:56 WIB

LEBONG - Kabupaten Lebong, Bengkulu kembali dilanda duka setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dan memicu banjir bandang pada Minggu sore lalu. Ratusan rumah warga di sejumlah titik terendam, memaksa sebagian masyarakat melakukan evakuasi mandiri di tengah kondisi yang serba terbatas.

Di tengah situasi pascabanjir, saat genangan air mulai surut, kehadiran bantuan mulai terasa sejak Senin pagi (6/4/2026). Anggota DPRD Kabupaten Lebong Rabima Kamsi turun langsung ke lokasi terdampak di Desa Tanjung Bunga II, Kecamatan Lebong Tengah, membawa bantuan sekaligus menyapa warga.

“Kami datang untuk meringankan beban warga, memastikan mereka tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” ungkap Rabima yang duduk di Komisi III DPRD Kabupaten Lebong.

Meluapnya debit air Sungai Air Kotok dan Sungai Uram menyebabkan air masuk dengan cepat ke permukiman. Merendam rumah, memutus akses jalan hingga mengganggu aktivitas masyarakat. Bahkan, kediaman pribadi Bupati Lebong dilaporkan ikut tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Di wilayah Lebong Selatan, ruas jalan GOR Salok dilaporkan amblas akibat derasnya arus air, mengancam konektivitas antarwilayah. Enam kecamatan dilaporkan lumpuh akibat kombinasi banjir dan tanah longsor.

Di lokasi terdampak, Rabima terlihat menyerahkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga, sembari mendengarkan langsung keluhan mereka. Suasana haru sempat terasa ketika beberapa warga menceritakan bagaimana mereka harus menyelamatkan diri di tengah malam saat air tiba-tiba naik.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan proses pemulihan berjalan cepat. Kita semua harus saling menguatkan,” tutur legislator Partai Perindo ini.

Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menetapkan langkah darurat dengan mendirikan dapur umum di beberapa titik. Sementara itu, luapan sungai besar seperti Air Ngeai, Air Kotok, dan Air Uram masih menjadi perhatian utama dalam upaya penanganan lanjutan.

Musibah ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan solidaritas. Di tengah keterbatasan, kepedulian dan kehadiran langsung di lapangan menjadi harapan bagi warga yang berjuang bangkit dari bencana.

Di luar penanganan darurat, Rabima menilai pemulihan ekonomi warga perlu segera menjadi prioritas karena banjir tidak hanya merusak hunian, tetapi juga memutus sumber penghasilan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan petani.

Pemerintah diharapkan menyiapkan langkah konkret seperti bantuan modal, pemulihan lahan pertanian hingga penguatan UMKM. “Tanpa intervensi ekonomi, warga akan lebih lama pulih,” katanya.

Update Lainnya

Berita terbaru tentang pergerakan Perindo