Fraksi Partai Perindo Desak Layanan Kesehatan-Pendidikan Diperkuat hingga Pelosok Gunung Mas
GUNUNG MAS - Keterbatasan fasilitas dan akses masih membayangi layanan kesehatan dan pendidikan di pelosok Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga sarana belajar menjadi kebutuhan yang perlu diperkuat dalam perubahan APBD 2026.
Juru Bicara Fraksi Partai Perindo DPRD Gunung Mas Singong meminta penajaman anggaran tidak berhenti pada pemenuhan administratif. Anggaran harus diarahkan pada kebutuhan layanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Penajaman anggaran harus benar-benar menjamin ketercapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Permendagri Nomor 59 Tahun 2021,” ujar Singong, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, baik Puskesmas maupun Pustu, serta sarana pendidikan di wilayah pelosok. Ketersediaan fasilitas tersebut penting agar masyarakat di daerah terpencil memperoleh layanan dasar yang layak.
“Fasilitas kesehatan dan sarana pendidikan di wilayah pelosok harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Singong, politisi bergelar Sarjana Pendidikan.
Fraksi Partai Perindo, lanjut Singong, juga meminta pemerintah memastikan target SPM diterjemahkan ke dalam perbaikan layanan yang bisa dirasakan masyarakat. Dengan begitu, pemenuhan SPM tidak berhenti sebagai angka dalam dokumen perencanaan atau laporan kinerja.
“Jangan sampai pemenuhan SPM hanya sebatas memenuhi administrasi, sementara kebutuhan dasar warga belum terlayani dengan baik,” tegas mantan Sekretaris Inspektorat Kabupaten Gunung Mas ini.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mengarahkan pemenuhan SPM pada pemerataan akses, peningkatan hasil belajar melalui penguatan literasi dan numerasi, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan, kekerasan, serta intoleransi.
Sementara di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Gunung Mas menargetkan seluruh indikator SPM mencapai 100 persen pada Desember 2026. Hingga Juli 2026, capaian SPM kesehatan tercatat 62,87 persen.
Capaian tersebut menunjukkan masih adanya ruang yang perlu dikejar hingga akhir tahun. Karena itu, kebutuhan fasilitas dan layanan di wilayah yang aksesnya terbatas menjadi bagian penting dalam penajaman anggaran perubahan APBD 2026.
Penguatan layanan dasar tersebut sejalan dengan agenda Perindo Pro Ekonomi, yang menempatkan sektor kesehatan dan pendidikan sebagai bagian dari fondasi kesejahteraan masyarakat. Layanan yang lebih merata diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga di berbagai wilayah Gunung Mas.


