Daftar Anggota
  • Berita
  • Gairahkan Ekonomi Bengkalis, Laurensius Tampubolon Dorong Optimalisasi Potensi Pariwisata
Gairahkan Ekonomi Bengkalis, Laurensius Tampubolon Dorong Optimalisasi Potensi Pariwisata
Gairahkan Ekonomi Bengkalis, Laurensius Tampubolon Dorong Optimalisasi Potensi Pariwisata

Gairahkan Ekonomi Bengkalis, Laurensius Tampubolon Dorong Optimalisasi Potensi Pariwisata

BENGKALIS - Ketergantungan Kabupaten Bengkalis, Riau terhadap dana dari pemerintah pusat perlu dikurangi dengan mencari sumber-sumber ekonomi baru. Potensi wilayah, termasuk posisi strategis yang berhadapan langsung dengan Malaysia, dapat menjadi pijakan untuk memperkuat pendapatan daerah.

Gagasan itu disampaikan Laurensius Tampubolon saat membacakan pandangan umum Fraksi Amanat Perindo Persatuan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bengkalis terkait Perubahan APBD 2026. Legislator Partai Perindo ini mendorong pemerintah daerah lebih agresif menangkap peluang ekonomi yang tersedia di daerah.

“Pemerintah daerah harus mengambil langkah yang lebih komprehensif, holistik dan masif dalam menangkap berbagai peluang yang ada. Pada saat yang sama, ketergantungan terhadap dana bagi hasil dari pemerintah pusat perlu mulai dikurangi,” kata Laurensius Tampubolon, Jumat (25/9/2026).

Salah satu peluang yang disorot Laurensius adalah sektor pariwisata. Letak Bengkalis sebagai wilayah terdepan yang berhadapan langsung dengan Malaysia dinilai memiliki nilai strategis untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah. Wilayah ini juga menyimpan beragam potensi bahari, alam dan budaya.

Namun, pengembangan pariwisata perlu dibarengi kesiapan infrastruktur pendukung. Akses dan fasilitas yang memadai menjadi penting agar potensi wisata tidak hanya menarik kunjungan, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

“Upaya tersebut berpotensi membuka sumber pendapatan baru bagi pemerintah daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutur anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis ini.

Laurensius mengaitkan pengembangan tersebut dengan konsep empat gerbang utama pembangunan Bengkalis. Konsep itu diarahkan untuk mendorong pemerataan pembangunan dan memperkecil kesenjangan antarwilayah sesuai karakteristik serta potensi masing-masing kawasan.

“Keunggulan Bengkalis sebagai wilayah terdepan yang berhadapan langsung dengan negara jiran Malaysia harus bisa dioptimalkan. Pariwisata dapat menjadi salah satu pilihan yang digarap secara serius dengan mempersiapkan infrastruktur pendukung,” terangnya.

Menurut Laurensius, pengembangan sektor tersebut juga dapat memperluas aktivitas ekonomi di sekitar destinasi. Perdagangan, jasa, usaha kecil hingga sektor pendukung lainnya berpeluang ikut tumbuh seiring meningkatnya aktivitas pariwisata.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari semangat Perindo Pro Ekonomi, yang mendorong potensi daerah diolah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dengan pendekatan itu, pembangunan diharapkan tidak hanya memperkuat fiskal daerah, tetapi juga memberi nilai tambah yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam rancangan Perubahan APBD 2026, pendapatan daerah Bengkalis dianggarkan Rp3,57 triliun. Sementara itu, belanja daerah mencapai Rp3,578 triliun dan pembiayaan daerah sebesar Rp8,266 miliar.

Pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 masih berlanjut antara DPRD dan Pemkab Bengkalis. Dengan target pengesahan pada 29 September 2026, kedua pihak masih memiliki waktu untuk memfinalisasi kebijakan anggaran sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.