Genjot Struktur hingga TPS, Perindo NTT Perkuat Kapasitas Kader Lewat Pendidikan Politik
SUMBA TIMUR - Kekuatan partai politik tidak cukup ditopang pengurus di tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Struktur harus bekerja hingga desa, kelurahan, bahkan tempat pemungutan suara (TPS), agar kerja politik tidak berhenti di internal organisasi, tetapi hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Ketua DPW Partai Perindo NTT Simson Alberthinus Lawa mengatakan, struktur yang kuat harus dibangun berjenjang sekaligus diikuti kader yang memahami tugas dan tanggung jawabnya. Hal itu ditekankannya dalam pendidikan politik di Sekretariat DPD Partai Perindo Kabupaten Sumba Timur.
“Kerja politik harus dilakukan secara terstruktur. Kita harus memastikan bahwa komposisi pengurus terbentuk dan bekerja sampai tingkat desa dan TPS,” ujar Simson dalam keterangannya, Kamis (24/9/26).
Menurutnya, keberadaan pengurus di tingkat bawah tidak boleh berhenti pada pemenuhan administrasi organisasi, tetapi harus mampu menjalankan fungsi kepartaian, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta meneruskan kerja politik secara berkelanjutan. Karena itu, kelengkapan struktur perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas kader.
Pendidikan politik menjadi salah satu cara untuk membangun pemahaman tersebut. Kegiatan di Sumba Timur diikuti jajaran pengurus DPD, calon pengurus DPC, calon pengurus tingkat desa/kelurahan, serta simpatisan. Materi yang dibahas mencakup penguatan struktur, persiapan verifikasi administrasi dan faktual, serta pemenuhan keanggotaan.
Penataan struktur diarahkan mencakup DPD, DPC hingga DPRt di tingkat desa atau kelurahan. Keterwakilan perempuan sebesar 30 persen turut menjadi perhatian dalam penyusunan kepengurusan. Sementara pemenuhan Kartu Tanda Anggota (KTA) menjadi bagian dari upaya menata basis keanggotaan partai.
Penguatan struktur juga perlu ditopang soliditas kader agar seluruh jajaran memiliki pemahaman dan arah kerja yang sama. Karena itu, konsolidasi akan dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika Pemilu semakin dekat.
“Partai harus terus melakukan konsolidasi. Pengurus harus saling berkomunikasi dan memahami apa yang menjadi tugas masing-masing,” kata Simson.
Penguatan organisasi dari bawah menjadi bagian dari persiapan DPW Partai Perindo NTT menghadapi agenda politik mendatang. Saat ini, Partai Perindo memiliki 46 kursi DPRD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-NTT. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi sekitar 80 hingga 100 kursi DPRD.
Target itu membuat kerja organisasi tidak cukup dilakukan menjelang Pemilu. Struktur hingga tingkat desa dan TPS perlu diisi dan diaktifkan, sementara kader terus dibekali agar mampu menjalankan kerja politik di wilayah masing-masing.
“Pengurus dan kader diharapkan terus membangun komunikasi dengan masyarakat, menjalankan program partai, serta memperkuat keberadaan organisasi di tengah masyarakat,” pungkas Simson.


