Krisis Air Bersih Belum Tuntas, Aleg Perindo Laurensius Tampubolon Dorong Pemkab Bengkalis Bertindak
Selasa 31 Maret 2026 15:38 WIBBENGKALIS – Akses terhadap air bersih masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah, terutama di daerah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga berpengaruh pada beban ekonomi, terutama saat musim kemarau.
Permasalahan tersebut kembali disoroti dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bengkalis, Selasa (31/3/2026). Anggota DPRD Bengkalis dari Partai Perindo, Laurensius Tampubolon, mendorong Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk segera menindaklanjuti penyelesaian infrastruktur air bersih, khususnya di Kelurahan Titian Antui (Sebanga), Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Dia menegaskan bahwa persoalan air bersih di wilayah tersebut telah berlangsung lama tanpa penyelesaian yang konkret, meskipun telah berulang kali disampaikan dalam berbagai forum.
“Ada satu masalah adalah soal air bersih, sudah bertahun-tahun sejak saya menjadi anggota DPRD belum terealisasi masalah air bersih di Sebangga ini,” ujarnya.
Keterbatasan akses air bersih yang dialami masyarakat menjadi semakin berat ketika memasuki musim kemarau. Kondisi ini memaksa warga untuk mengeluarkan biaya tambahan demi memenuhi kebutuhan dasar yang seharusnya dapat disediakan melalui layanan publik.
“Besar harapan kami sebagai saya Wakil Anggota DPRD Dapil III Khususnya dari Kelurahan Antui Sebangga Kecamatan Pinggir yang sering kekurangan air, khususnya kalau di musim kemarau dimana penghasilan masyarakat tergerus keperluannya untuk membeli air,” lanjutnya.
Situasi ini menunjukkan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur air bersih yang tidak hanya berorientasi pada pemerataan layanan, tetapi juga pada pengurangan beban ekonomi masyarakat.
Dorongan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara layak dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah yang terdampak.


