Semuel Taliisan Dorong APBD-P Talaud Prioritaskan Honorer, Layanan RS & Armada Damkar
KEPULAUAN TALAUD - Pembayaran honor tenaga honorer, peningkatan layanan rumah sakit hingga pengadaan armada pemadam kebakaran diminta menjadi prioritas dalam APBD Perubahan (APBD-P) Kabupaten Kepulauan Talaud 2026.
Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud dari Fraksi Partai Perindo Semuel Taliisan mengatakan, kebutuhan tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian dalam penganggaran.
Partai Perindo sendiri mengusung semangat Perindo Pro Ekonomi dan akan menjaga berputarnya perekonomian masyarakat. Termasuk diantaranya memastikan pembayaran honor seperti ini dapat dilaksanakan, untuk memastikan berputarnya roda perekonomian.
Salah satu persoalan paling mendesak adalah honorarium tenaga honorer yang hingga kini masih tertunda. Pemerintah daerah diminta segera menyelesaikan kewajiban tersebut melalui APBD-P 2026.
“Dalam pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, kami meminta pemerintah daerah memprioritaskan sasaran, terutama honorarium tenaga honorer yang belum dibayarkan agar segera diselesaikan,” ungkap Semuel, Jumat (4/9/2026).
Selain itu, kata Semuel, kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit perlu diperkuat. Sektor kesehatan merupakan kebutuhan dasar sehingga peningkatan pelayanan harus menjadi salah satu perhatian dalam menentukan prioritas anggaran daerah.
Perhatian serupa diberikan pada perlindungan masyarakat dari risiko kebakaran. Fraksi Partai Perindo mendorong pengadaan kendaraan dan peralatan pemadam kebakaran karena keterbatasan armada dan sarana saat ini dapat memperlambat penanganan ketika kebakaran terjadi.
Hal itu dinilainya bukan sekadar persoalan fasilitas pemerintah. Pengalaman saat kebakaran di SMK Negeri 1 Talaud beberapa pekan lalu menunjukkan keterbatasan peralatan dapat berdampak langsung pada keselamatan masyarakat dan fasilitas publik.
Dalam kejadian tersebut, dua ruangan sekolah terbakar. Semuel saat itu ikut membantu proses pemadaman bersama personel Polres Talaud, tetapi upaya menjangkau titik api di bagian atas bangunan terkendala peralatan.
“Kami kesulitan memadamkan api yang ada di atas loteng karena tidak memiliki alat pemadam. Tidak ada satu pun orang yang berani naik sehingga dua ruangan ludes terbakar,” tuturnya.
Bahkan, persediaan air di rumah Semuel turut digunakan untuk membantu pemadaman. “Untung di rumah saya ada 3.000 liter air dalam tong. Dengan bantuan Kepolisian Polres Talaud yang membantu mengambil air, kami gunakan untuk memadamkan api,” ungkapnya.
Di sisi lain, penggunaan anggaran juga diminta Semuel lebih disiplin. Dana transfer dari pemerintah pusat harus dibelanjakan sesuai petunjuk teknis dan peruntukannya, dengan mendahulukan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Ketika ada dana transfer dari pusat, gunakan sesuai juknis yang berlaku. Uang itu untuk apa harus jelas. Jangan menyalahi aturan dan jangan menciptakan program kerja yang tidak terlalu urgent,” katanya.
Masukan tersebut sebelumnya disampaikan Semuel dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud dengan agenda Pembicaraan Tingkat I Ranperda tentang Perubahan APBD 2026, Rabu lalu. Fraksi Partai Perindo berharap pandangan yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar diakomodasi dalam kebijakan anggaran.
“Berbicara dari pengalaman, kita sering memberikan pandangan kepada Bupati dan pemerintah daerah, tetapi pada kenyataannya pandangan fraksi itu tidak terakomodasi. Percuma kita memberikan pandangan kalau pada akhirnya tidak terakomodasi,” ucap Semuel.
Fraksi Partai Perindo juga meminta dokumen Buku APBD-P 2026 yang telah ditandatangani Bupati diserahkan kepada anggota DPRD. Dokumen tersebut dinilai penting agar legislatif dapat mengetahui secara utuh isi serta arah penganggaran sebelum perubahan APBD ditetapkan.


