Tatap Pemilu 2029, Perindo Bali Kebut Penguatan Organisasi dan Rangkul Pelaku UMKM
BALI – Persiapan menuju Pemilu 2029 menjadi momentum bagi Partai Perindo untuk memperkuat organisasi sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat. Di Bali, penguatan kelembagaan ditargetkan rampung pada 2026, sementara penjaringan pelaku UMKM menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan di daerah.
Target tersebut menjadi penekanan Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah dalam workshop Bedah Dapil Persiapan Verpol & KTA Offline yang diagendakan untuk jajaran Partai Perindo se-Pulau Bali. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kesiapan organisasi dan konsolidasi partai menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Tentunya Bali ini menjadi daerah strategis Partai Perindo. Maka dari itu tentunya satu yang harus menjadi perhatian kita adalah bagaimana proses penguatan kelembagaan di Bali. Itu harus sudah selesai semuanya di tahun 2026. Dan yang paling penting lagi adalah bagaimana Bali betul-betul nanti bisa menghasilkan anggota-anggota legislatif dan juga kepala-kepala daerah. Itu juga menjadi prioritas yang harus diwujudkan di Provinsi Bali,” kata Ferry usai acara, Minggu (18/10/26).
Bagi Ferry, penguatan organisasi perlu berjalan seiring dengan persiapan kader untuk mengisi jabatan publik. Dia juga menekankan posisi Bali dalam perkembangan demokrasi dan persiapan politik menuju 2029.
“Jadi Bali dengan provinsi yang menginternasional tentunya harus menjadi bagian dari lokomotif demokrasi partai politik yang ada di Bali itu sendiri. Jadi inilah yang kami tekankan. Kami tekankan dari DPP untuk Bali bisa bergerak di dalam proses penyiapan-penyiapan untuk 2029 yang akan datang,” ujarnya.
Di tingkat daerah, Ketua DPW Partai Perindo Bali I Ketut Putra Ismaya Jaya atau Jro Bima menyatakan kesiapan pengurus meneruskan arahan DPP. Dia juga mengungkapkan penjaringan pelaku UMKM dan pengusaha untuk memperluas keterlibatan kalangan usaha.
“Arahan-arahan yang disampaikan oleh DPP, kita akan teruskan ke bawah. Dan kita juga memang sudah menjaring UMKM-UMKM yang ada di Bali, para pengusaha untuk kita ajak bergabung. Dan ini sudah membuktikan ada yang punya pabrik, ada yang punya usaha-usaha UMKM di Bali sudah siap untuk men-support bagian dari kita juga men-support mereka,” kata Jro Bima.
Perhatian terhadap UMKM dan pariwisata turut menjadi konteks arah gerak Perindo di Bali. Sebagai partai yang mengusung ekonomi kerakyatan, Perindo menempatkan penguatan ekonomi masyarakat sebagai salah satu narasi politiknya, tanpa mengesampingkan kebutuhan dan karakter ekonomi daerah.
“Sehingga dengan adanya UMKM dan pariwisata di Bali, kita juga akan perhatikan sekali karena ini bagian dari nilai Indonesia, bukan hanya Bali tapi Indonesia. Nah ini yang akan kita buat Bali menjadi lebih bagus, lebih baik, dan lebih ramah dengan adanya Partai Perindo ikut serta dalam kontestasi akan datang,” tutur Jro Bima.
"Target terdekat kita adalah bagaimana kita bisa diterima oleh masyarakat dan kita bisa membuktikan bahwa kita memang melayani dan siap untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dengan adanya Partai Perindo di Bali," lanjutnya.
Pada Pemilu Legislatif 2024, Partai Perindo meraih 10.531 suara untuk DPR RI di daerah pemilihan Bali dan 7.573 suara untuk DPRD Provinsi Bali. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Perindo di Bali dalam menatap Pemilu 2029, dengan memperkuat organisasi, merangkul pelaku UMKM, dan membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang menyentuh kebutuhan warga.


