Tekan Biaya Logistik, Edi Hariyanto Dorong Perbaikan Jalan Pelabuhan Bengkulu hingga Dermaga Samudera
BENGKULU - Perbaikan jalan di kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu, jangan hanya menyasar beberapa titik. Jalur utama kendaraan logistik itu perlu dituntaskan hingga Dermaga Samudera agar arus kendaraan lebih lancar, waktu tempuh efisien dan biaya logistik dapat ditekan.
“Jangan hanya diperbaiki secara parsial atau bertahap. Kami berharap Pelindo menuntaskannya sampai ke Dermaga Samudera. Dengan begitu, arus trucking bisa berjalan lebih lancar, waktu tempuh lebih efisien dan biaya logistik juga dapat ditekan,” ungkap anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu Edi Hariyanto, Senin (21/9/2026).
Edi mengapresiasi perbaikan yang dilakukan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu. Namun, dia meminta pembenahan tidak berhenti pada titik-titik tertentu karena akses tersebut digunakan setiap hari untuk mendukung aktivitas di kawasan pelabuhan.
Dia mengatakan, kondisi jalan menjadi bagian penting dari kelancaran distribusi karena kendaraan berat, termasuk truk batu bara dan kendaraan menuju Dermaga Samudera, melintas di jalur tersebut. Karena itu, pembenahan yang menyeluruh dinilai lebih penting agar pergerakan logistik tidak kembali terkendala setelah perbaikan di sejumlah titik.
Perbaikan jalan, lanjut Edi, perlu ditempatkan sebagai bagian dari revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai. Investasi revitalisasi yang sebelumnya disebut mencapai sekitar Rp1 triliun perlu diikuti kesiapan infrastruktur pendukung, bukan hanya fasilitas utama pelabuhan.
“Kalau investasi revitalisasi pelabuhan mencapai sekitar Rp1 triliun, maka kita berharap pembangunan tidak hanya memperhatikan fasilitas utama pelabuhan, tetapi juga infrastruktur pendukungnya. Jalan menuju dermaga harus benar-benar mendukung seluruh aktivitas logistik,” tutur Ketua DPD Partai Perindo Kota Bengkulu ini.
Dia meminta Pelindo memiliki target yang jelas untuk menuntaskan akses hingga Dermaga Samudera. Perbaikan yang sedang berjalan diharapkan menjadi awal pembenahan infrastruktur kawasan secara lebih menyeluruh, bukan sekadar pekerjaan tambal sulam.
Edi menambahkan, Pelabuhan Pulau Baai memiliki posisi strategis bagi pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat bongkar muat, tetapi juga memiliki potensi dikembangkan sebagai kawasan industri dan pusat kegiatan logistik.
“Pulau Baai harus kita pikirkan untuk jangka panjang. Kalau kawasan ini benar-benar diarahkan menjadi kawasan industri, maka infrastrukturnya harus siap dari sekarang. Jangan sampai industrinya datang, tetapi jalan dan fasilitas logistiknya belum siap,” katanya.
Edi berharap pembenahan dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan seluruh kebutuhan kawasan, mulai dari alur pelayaran dan dermaga hingga akses jalan serta konektivitas transportasi darat. Infrastruktur yang mendukung kelancaran logistik akan membantu menekan biaya distribusi sekaligus mendukung aktivitas usaha dan pertumbuhan ekonomi di Bengkulu.
Dorongan tersebut sejalan dengan komitmen Partai Perindo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Magister Manajemen lulusan Universitas Bengkulu ini juga mendorong koordinasi Pelindo, KSOP, pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan pengguna jasa diperkuat agar pembenahan Pelabuhan Pulau Baai benar-benar memberikan dampak bagi kelancaran logistik dan pertumbuhan ekonomi Bengkulu.


