Daftar Anggota
  • Berita
  • Tekan Mahalnya Bahan Pokok, Legislator Perindo Marselinus Rintis Program Pertanian Pekarangan Terpadu di Sulteng
Tekan Mahalnya Bahan Pokok, Legislator Perindo Marselinus Rintis Program Pertanian Pekarangan Terpadu di Sulteng
Tekan Mahalnya Bahan Pokok, Legislator Perindo Marselinus Rintis Program Pertanian Pekarangan Terpadu di Sulteng

Tekan Mahalnya Bahan Pokok, Legislator Perindo Marselinus Rintis Program Pertanian Pekarangan Terpadu di Sulteng

PALU - Ketika kebutuhan sehari-hari semakin menjadi beban bagi keluarga, lahan di sekitar rumah dapat menjadi salah satu ruang untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan. Gagasan itu kini mulai digarap Anggota DPRD Sulawesi Tengah Marselinus melalui rintisan pertanian pekarangan terpadu.

Marselinus turun langsung menggarap lahan sebagai bagian dari upaya mendekatkan program ekonomi dengan kebutuhan rumah tangga. Langkah tersebut dia tempuh setelah melihat masyarakat masih menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama dari sisi ekonomi.

"Setelah saya di provinsi, saya melihat masyarakat saat ini sedang kesusahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama masalah ekonominya. Saya melihat ada satu hal yang bisa kita lakukan agar lebih dekat dengan masyarakat melalui bidang pertanian, yaitu dengan membibitkan tanaman untuk kebutuhan dapur rumah tangga," kata Marselinus dalam podcast Jtpalu, Rabu (30/9/26).

Dia mengatakan pertanian menjadi salah satu bidang yang dapat dikembangkan untuk membantu masyarakat sekaligus mendekatkan kerja legislator dengan persoalan yang dihadapi warga. Karena itu, pembibitan tanaman untuk kebutuhan dapur rumah tangga mulai dirintis melalui pemanfaatan lahan.

Upaya tersebut tidak berdiri sendiri. Melalui pokok-pokok pikiran, Marselinus menyiapkan tiga program yang akan diturunkan langsung kepada masyarakat, yakni kandang ayam rumahan berkapasitas 24 ekor, kolam ikan bioflok, dan pertanian.

"Ke depan, melalui pokok-pokok pikiran, kami akan menurunkan tiga program sekaligus secara langsung ke masyarakat, yaitu kandang ayam rumahan berkapasitas 24 ekor, kolam ikan bioflok, dan pertanian. Saya sendiri akan turun langsung ke lapangan menjadi bagian dari tim untuk membina masyarakat," ujarnya.



Marselinus sebelumnya meraih penghargaan nasional dari DPP Partai Perindo atas inovasi budidaya ikan sistem bioflok. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari catatan kerja legislator yang mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program berbasis ekonomi.

Sebagai Ketua DPD Partai Perindo Kota Palu, Marselinus juga menekankan pentingnya orientasi kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama ketika kondisi ekonomi sedang sulit. Menurut dia, anggaran kegiatan pemerintah perlu mempertimbangkan kebutuhan warga secara langsung.

"Saya berharap pemimpin-pemimpin ke depan jangan cuma sekadar mengadakan perayaan hari besar dengan hura-hura atau sekadar seremonial. Di saat ekonomi masyarakat lagi susah, mendingan anggaran sebesar itu dijadikan beras untuk dibagikan kepada masyarakat ekonomi menengah ke bawah," katanya.

Gagasan tersebut sejalan dengan narasi ekonomi kerakyatan yang selama ini dikembangkan Partai Perindo, yang menempatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari arah kerja partai. Dalam konteks itu, program pertanian, peternakan rumahan, dan budidaya ikan ditempatkan sebagai upaya mendekatkan kegiatan politik dengan kebutuhan ekonomi warga.

"Partai Perindo mengajarkan agar kami jangan sekadar menjadi anggota dewan yang hanya duduk di kursi empuk tanpa perbuatan. Sebagai Ketua Partai Perindo di Kota Palu, saya mencari kader yang benar-benar mau bekerja, mau memegang tanah, bukan sekadar duduk di kursi goyang," tegas Marselinus.

Melalui rintisan pertanian pekarangan terpadu dan dua program pendukung lainnya, Marselinus menyatakan dirinya akan terlibat langsung dalam pembinaan masyarakat. Fokusnya adalah membawa program yang berangkat dari persoalan ekonomi keluarga dan kebutuhan sehari-hari ke tingkat masyarakat.