Daftar Anggota
  • Berita
  • Tindak Lanjuti Keluhan Warga Labusel di Medsos, Ayu Safitri Kawal Pengaspalan Jalan
Tindak Lanjuti Keluhan Warga Labusel di Medsos, Ayu Safitri Kawal Pengaspalan Jalan
Tindak Lanjuti Keluhan Warga Labusel di Medsos, Ayu Safitri Kawal Pengaspalan Jalan

Tindak Lanjuti Keluhan Warga Labusel di Medsos, Ayu Safitri Kawal Pengaspalan Jalan

LABUHANBATU SELATAN - Kerusakan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara. Di tengah keterbatasan anggaran, penentuan prioritas perbaikan menjadi penting agar kebutuhan masyarakat mendapat perhatian.

Salah satunya terlihat dari langkah Ketua Komisi I DPRD Labusel dari Partai Perindo Ayu Safitri yang menindaklanjuti keluhan warga di media sosial dengan turun langsung meninjau Jalan Blok 40, Kecamatan Kotapinang, yang kini masuk dalam rencana pengaspalan.

Jalan tersebut mengalami kerusakan di sejumlah titik, mulai dari lubang hingga lapisan aspal yang mengelupas dan pecah. Sebagian permukaan jalan juga masih berupa timbunan batu sehingga pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.

Keluhan warga yang disampaikan melalui media sosial (medsos) Ayu pada akhir Agustus 2026 itu ditindaklanjuti dengan peninjauan dan pengukuran ruas jalan untuk rencana pengaspalan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.

“Jalan Blok 40 ini memang sudah rusak sekali. Kita lihat sendiri kondisinya, ada bagian yang berlubang dan aspalnya sudah pecah. Karena itu, pengaspalan ini menjadi prioritas, apalagi masyarakat yang menggunakan jalan ini sudah sering mengeluhkan kondisinya,” ujar Ayu, Selasa (20/10/2026).



Pengukuran, kata Ayu, telah selesai dilakukan sebagai bagian dari persiapan pengaspalan ulang. Namun, pengerjaan belum dapat mencakup seluruh ruas jalan karena harus menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Alhamdulillah, kita sudah selesai melakukan pengukuran untuk pengaspalan ulang. Memang belum bisa panjang karena kondisi anggaran yang terbatas. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita lanjutkan lagi, karena masih ada bagian jalan yang rusak dan pecah,” tuturnya.

Bagi masyarakat, perbaikan jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan, tetapi juga menyangkut kelancaran mobilitas sehari-hari. “Mudah-mudahan apa yang menjadi Pokir kita bersama masyarakat ini bisa bermanfaat, khususnya bagi pengguna jalan,” ucap Ayu.

Perhatian Ayu terhadap persoalan infrastruktur juga terlihat di lokasi lain. Pada akhir Agustus lalu, dia turun langsung melakukan perbaikan jalan di Simakaluang, Kecamatan Kotapinang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upayanya menanggapi persoalan infrastruktur yang membutuhkan penanganan di lapangan.

Dia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan mengenai kondisi infrastruktur di wilayah masing-masing. “Masukan warga menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas perbaikan selanjutnya,” pungkas Ayu.