Kegiatan Lembaga
ulang tahun Bank NTT ke 63
14 juli 2025 mengikuti acara ulta bank NTT cabang Waitabula ke 63 tahun
Kegiatan Lembaga
14 juli 2025 mengikuti acara ulta bank NTT cabang Waitabula ke 63 tahun
Berita terbaru tentang pergerakan Perindo

Sosialisasi Pelaksanaan BSPS Rumah Layak Huni Senin, 11 Mei 2026, dilaksanakan Sosialisasi Pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang bersumber dari APBN, APBD I, dan APBD II di Kabupaten Sumba Barat Daya. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait program bantuan rumah layak huni sebagai upaya meningkatkan kualitas tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, program BSPS diharapkan mampu mendukung percepatan pembangunan perumahan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya. #BSPS #RumahLayakHuni #SumbaBaratDaya #PelayananMasyarakat #BangunDaerah
kamis 11 juni 2026 bersama ketua fraksi perindo kab. Sumba barat daya, bertemu Rektor MNC University terkait beasiswa Perindo untuk Pulau Sumba, lebih khusus kabupaten Sumba Barat daya
SUMBA BARAT DAYA, 23 Mei 2026 – Dalam rangka menjalankan fungsi kedewanan dan menyerap suara dari akar rumput, Yusuf Bora menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung di Desa Onggol, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (23/5). Pertemuan yang berlangsung dialogis dan terbuka ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, kelompok tani, serta ratusan warga Desa Onggol yang antusias menyampaikan kondisi riil serta kendala pembangunan yang mereka hadapi sehari-hari. Dalam sesi dialog tersebut, masyarakat Desa Onggol secara bergantian menyampaikan empat poin tuntutan utama yang mendesak untuk segera diintervensi oleh pemerintah daerah, yakni: sulitnya akses air bersih, pemenuhan jaringan listrik yang belum merata, keterbatasan alat mesin pertanian (alsintan) bagi petani lokal, serta kondisi jalan desa yang rusak dan menghambat mobilitas ekonomi. Menanggapi keluhan mendasar tersebut, Yusuf Bora menegaskan bahwa seluruh poin aspirasi yang disampaikan oleh warga Desa Onggol merupakan kebutuhan primer yang wajib dikawal dan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran daerah.
