Kegiatan Lembaga
acara hiburan
senin 17 agustus 2026 setelah acara resmi, saya diberi kesempatan untuk memandu lagu bersama tamu undangan
Kegiatan Lembaga
senin 17 agustus 2026 setelah acara resmi, saya diberi kesempatan untuk memandu lagu bersama tamu undangan
Berita terbaru tentang pergerakan Perindo

Rapat Rutin Fraksi Partai Perindo Sumba Barat Daya Selasa, 5 Mei 2026, Anggota Legislatif Fraksi Partai Perindo Kabupaten Sumba Barat Daya melaksanakan rapat rutin sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal dan koordinasi kelembagaan. Rapat ini membahas berbagai agenda strategis terkait pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, sekaligus menjadi forum untuk menyerap, mengkaji, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Melalui rapat rutin ini, diharapkan Fraksi Partai Perindo dapat terus meningkatkan kinerja yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan publik, serta berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Sumba Barat Daya. #FraksiPerindo #SumbaBaratDaya #Legislatif #RapatRutin #BangunDaerah

20 Juni 2025 Melakukan Rapat internal Fraksi Perindo terkait isu masalah perekrutan P3K yang menjadi masalah di Kab. Sumba barat daya
*Turun ke Desa Onggol Kodi Utara, Yusuf Bora Serap Aspirasi Terkait Air Bersih, Listrik, Alat Pertanian, dan Jalan Desa* _SUMBA BARAT DAYA, 23 Mei 2026_ – Dalam rangka menjalankan fungsi kedewanan dan menyerap suara dari akar rumput, Yusuf Bora menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung di Desa Onggol, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (23/5). Pertemuan yang berlangsung dialogis dan terbuka ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, kelompok tani, serta ratusan warga Desa Onggol yang antusias menyampaikan kondisi riil serta kendala pembangunan yang mereka hadapi sehari-hari. Dalam sesi dialog tersebut, masyarakat Desa Onggol secara bergantian menyampaikan empat poin tuntutan utama yang mendesak untuk segera diintervensi oleh pemerintah daerah, yakni: sulitnya akses air bersih, pemenuhan jaringan listrik yang belum merata, keterbatasan alat mesin pertanian (alsintan) bagi petani lokal, serta kondisi jalan desa yang rusak dan menghambat mobilitas ekonomi. Menanggapi keluhan mendasar tersebut, Yusuf Bora menegaskan bahwa seluruh poin aspirasi yang disampaikan oleh warga Desa Onggol merupakan kebutuhan primer yang wajib dikawal dan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran daerah.
