Kegiatan Lembaga Membahas solusi penanganan air bersih di TTS
Hari ini, seusai membahas regulasi terkait pendefinitifan desa persiapan, saya bersama Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Direktur Utama PDAM Soe melanjutkan diskusi mengenai berbagai persoalan pelayanan air bersih yang masih dihadapi masyarakat di beberapa kecamatan di Kabupaten TTS, termasuk di Kecamatan Amanuban Timur. Dalam diskusi tersebut, kami membahas berbagai tantangan yang selama ini dihadapi masyarakat, terutama saat memasuki musim kemarau, seperti keterbatasan sumber air, distribusi yang belum optimal, serta kebutuhan pengembangan infrastruktur pendukung pelayanan air bersih. Persoalan ini menjadi perhatian serius karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan, kehidupan sehari-hari, dan aktivitas ekonomi warga. Kami juga bertukar pikiran mengenai berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan air bersih, baik melalui pengembangan jaringan perpipaan, pemanfaatan sumber-sumber air yang potensial, pembangunan sarana pendukung, maupun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya. Sebagai wakil rakyat, saya terus mendorong agar kebutuhan air bersih masyarakat menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah, khususnya bagi wilayah-wilayah yang masih mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Kecamatan Amanuban Timur dan beberapa kecamatan lainnya membutuhkan perhatian khusus agar masyarakat dapat menikmati pelayanan air bersih yang memadai dan berkelanjutan. Semoga melalui koordinasi dan komunikasi yang terus dibangun antara DPRD, pemerintah daerah, dan PDAM, berbagai persoalan air bersih yang dihadapi masyarakat dapat ditangani secara bertahap sehingga pelayanan yang lebih baik dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan.