Kegiatan Lembaga
Uji petik pansus LKPJ Tahun 2025 di RSUD SoE.
Hasil Uji Petik Lapangan pada RSUD SoE
Berdasarkan hasil uji petik lapangan yang dilakukan oleh Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah Tahun 2025, kami menyampaikan beberapa temuan krusial yang memerlukan perhatian serius dan tindak lanjut segera dari pihak manajemen RSUD maupun Pemerintah Daerah:
1. Optimalisasi Infrastruktur dan Aset Gedung
Pansus menyoroti adanya dua bangunan baru yang representatif, yakni Gedung CT Scan dan Ruang Gizi, yang diselesaikan pada tahun anggaran 2025 dengan total nilai investasi melebihi Rp2 Miliar.
2. Status Aset: Meskipun kedua gedung tersebut telah melalui proses Provisional Hand Over (PHO) pada Desember 2025, hingga saat ini fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara operasional.
Catatan Pansus: 1. Penundaan operasionalisasi gedung yang telah selesai 100% merupakan bentuk inefisiensi anggaran. Rakyat seharusnya sudah bisa menikmati fasilitas medis tersebut, namun gedung megah ini terkesan hanya menjadi pajangan tanpa memberikan dampak layanan kesehatan langsung.
2. Manajemen Pengadaan Farmasi dan Obat-obatan
Selain masalah infrastruktur, Pansus menemukan kendala serius dalam aspek pelayanan medis harian, khususnya terkait ketersediaan obat.
Catatan Pansus: Keterlambatan ini sangat berisiko terhadap keselamatan pasien dan kualitas layanan RSUD. Manajemen RSUD diminta untuk mengevaluasi total sistem rantai pasok (supply chain) dan perencanaan kebutuhan obat agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Rekomendasi Pansus:
1. Segera Fungsikan Gedung: Mendesak manajemen RSUD untuk segera melengkapi alat kesehatan dan personil agar Gedung CT Scan dan Ruang Gizi dapat beroperasi maksimal dalam waktu paling lambat triwulan depan.
2. udit Distribusi Obat: Meminta inspektorat atau tim teknis terkait untuk mengaudit penyebab seringnya keterlambatan stok obat, apakah terkendala pada proses lelang, anggaran, atau kinerja vendor.
3. Laporan Progres: Pansus meminta laporan tertulis dalam 14 hari kerja mengenai langkah konkret yang diambil RSUD atas temuan ini.




