Kegiatan Lembaga
Rapat Pansus LKPJ Tahun 2025 bersama Dinas Pertanian Kab TTS
Hari ini Pansus LKPJ Kepala Daerah Kabupaten TTS Tahun 2025 melakukan rapat klarifikasi terakhir bersama Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten TTS. Dalam rapat tersebut, Pansus memberikan perhatian serius terhadap sejumlah temuan strategis, terutama terkait optimalisasi PAD sektor pertanian, pembangunan screen house yang hingga saat ini belum berfungsi secara maksimal atau belum dimanfaatkan, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang belum optimal dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah.
Kami berpandangan bahwa setiap program dan kegiatan yang menggunakan anggaran daerah harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani. Infrastruktur pertanian dan bantuan alsintan tidak boleh hanya selesai pada tahap pengadaan, tetapi harus dipastikan pengelolaan, pemanfaatan, dan keberlanjutannya sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan kontribusi terhadap PAD daerah.
Pansus menilai bahwa keberadaan alsintan seharusnya dapat menjadi instrumen strategis untuk mendukung pelayanan kepada kelompok tani sekaligus membuka peluang peningkatan PAD apabila dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Karena itu, perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi, pemanfaatan, pemeliharaan, hingga pola pengelolaan alsintan agar benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Selain itu, Pansus juga meminta Dinas Pertanian dan Hortikultura melakukan evaluasi terhadap pembangunan screen house dan berbagai fasilitas pertanian lainnya agar tidak ada lagi aset daerah yang terbengkalai atau tidak dimanfaatkan secara maksimal. Setiap pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat dan mampu mendukung ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten TTS.
Pansus berharap seluruh rekomendasi yang nantinya disampaikan dapat menjadi bahan perbaikan serius bagi Pemerintah Daerah demi mewujudkan tata kelola pembangunan pertanian yang lebih efektif, produktif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.




