Nusa Tenggara Timur | Dapil Kab Timor Tengah Selatan 4
Total: 518 JurnalHari ini saya bersama Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan, Bapak Chong Banamtuan, dan Anggota Komisi I, Bapak Heba Babbys, mengikuti kegiatan Sosialisasi Layanan Perintis 10 Hari dan Pengukuran Terjadwal 12 Hari yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ibu Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten TTS beserta jajaran, serta para Notaris/PPAT yang ada di Kota SoE. Kami memandang inovasi layanan ini sebagai sebuah langkah maju dalam menghadirkan kepastian pelayanan pertanahan kepada masyarakat. Pelayanan yang cepat tentu penting, tetapi yang lebih penting adalah adanya kepastian: masyarakat mengetahui prosesnya, memahami waktunya, dan mendapatkan kejelasan terhadap setiap tahapan pelayanan yang mereka urus. Kami berharap komitmen pelayanan 10 Hari dan 12 Hari ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus menjadi bukti bahwa negara terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, transparan, dan pasti. Kepastian pelayanan adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Semoga pernyataan ini dapat memperkuat pesan bahwa percepatan layanan pertanahan bukan sekadar soal waktu, tetapi juga tentang kepastian dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.
Hari ini Komisi I DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan melaksanakan rapat kerja bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten TTS dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi Kesbangpol sebagai perangkat daerah yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas daerah dan kehidupan demokrasi. Evaluasi ini penting karena Kesbangpol berada pada garda depan dalam membangun kehidupan politik yang sehat, menjaga persatuan dan kesatuan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta melakukan pembinaan terhadap organisasi kemasyarakatan dan berbagai elemen masyarakat. Komisi I DPRD Kabupaten TTS menegaskan bahwa Kesbangpol tidak boleh hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus hadir secara aktif di tengah masyarakat sebagai instrumen pemerintah dalam mendeteksi dan mencegah potensi konflik sosial, memperkuat toleransi, serta memastikan dinamika politik dan demokrasi tetap berjalan secara sehat dan bermartabat. Stabilitas daerah bukan sesuatu yang hadir dengan sendirinya. Ia harus dirawat melalui kerja nyata, komunikasi, deteksi dini, dan kehadiran pemerintah di tengah setiap persoalan masyarakat. Rapat kerja ini menjadi ruang evaluasi dan penguatan bersama. Sebab, ketika fungsi Kesbangpol berjalan optimal, maka demokrasi akan semakin dewasa, persatuan semakin kuat, dan pembangunan dapat berjalan dalam suasana yang aman dan kondusif.
Hari ini, saya berkesempatan mengunjungi Kelompok Tani Sniper di Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan, yang dipimpin oleh Bapak Peter Salem. Kelompok tani ini mengembangkan berbagai komoditas, mulai dari cabai, sayur-sayuran, hingga jagung. Menariknya, para petani tidak berhenti pada capaian yang ada saat ini. Terdapat gagasan untuk mengembangkan lahan tersebut menjadi sistem pertanian terpadu yang lebih produktif, efisien, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi keluarga petani. Pengembangan sistem pertanian terpadu tidak hanya soal menggabungkan berbagai jenis tanaman, tetapi juga memerlukan perencanaan yang matang, pengelolaan sumber daya yang optimal, pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan kelompok, akses pasar yang memadai, serta dukungan kebijakan yang konsisten. Oleh karena itu, inisiatif Kelompok Tani Sniper patut mendapatkan perhatian dan dukungan yang serius. Pembangunan sektor pertanian harus bertumpu pada potensi yang telah tumbuh di tengah masyarakat. Petani bukan hanya penerima program, melainkan aktor utama dalam pembangunan ekonomi desa. Semoga semangat dan kerja keras Kelompok Tani Sniper terus berkembang. Dari lahan yang dikelola secara optimal, kita dapat memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mollo Selatan secara berkelanjutan. Petani kuat, desa berdaulat. Lahan produktif, ekonomi masyarakat tumbuh.
Hari ini, dalam kegiatan Reses di Desa Nunbena, Kecamatan Kotolin, saya menyerahkan bantuan bola voli dan net kepada para pemuda Desa Nunbena. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi bagi saya memiliki makna yang besar. Karena pembangunan tidak hanya berbicara tentang jalan, jembatan, air bersih, dan infrastruktur. Pembangunan juga harus menyentuh pemuda, olahraga, dan ruang-ruang positif bagi generasi muda. Saya percaya, pemuda adalah kekuatan desa. Karena itu, harus ada ruang bagi mereka untuk berkumpul, berolahraga, membangun persaudaraan dan mengembangkan potensi. Reses bukan sekadar datang, mendengar, lalu pulang. Reses harus menjadi ruang untuk mendengar kebutuhan masyarakat dan sebisa mungkin menghadirkan solusi nyata. Saya berharap bantuan ini tidak berhenti sebagai sebuah pemberian, tetapi menjadi awal dari semakin hidupnya kegiatan olahraga di Desa Nunbena. Gunakan lapangan, hidupkan kembali semangat olahraga, dan jadikan voli sebagai ruang untuk membangun persatuan di antara anak-anak muda. Kita mungkin belum mampu memenuhi semua kebutuhan masyarakat, tetapi kita tidak boleh berhenti berbuat sesuatu yang bermanfaat. Dari Desa Nunbena, kita tegaskan: Pemuda harus diberi ruang. Olahraga harus diberdayakan. Desa harus terus bergerak. Dan politik harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mengakhiri seluruh rangkaian hari kedua Bimbingan Teknis Anggota Legislatif Partai Perindo Tahun 2026 di Hotel Borobudur Jakarta, kami mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Anggota DPRD Partai Perindo wilayah Nusa Tenggara Timur bersama Ibu Nona Firda Riwu Kore. Forum ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah, memperkuat soliditas, dan menyamakan arah perjuangan dalam menjalankan fungsi kedewanan secara profesional, efektif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda, namun tujuan kita tetap sama: menghadirkan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan rakyat dan mempercepat pembangunan daerah. Bagi saya, kekuatan seorang anggota legislatif bukan hanya diukur dari kemampuan berbicara di ruang sidang, tetapi dari keberanian memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga benar-benar menjadi kebijakan dan program yang dirasakan manfaatnya. Karena itu, sinergi antarsesama anggota legislatif Partai Perindo menjadi modal penting untuk saling belajar, saling menguatkan, dan menghadirkan politik yang produktif serta membawa harapan. Dengan semangat tema Bimtek "Bersatu dalam Nilai, Unggul dalam Aksi", kami semakin mantap mengabdikan diri untuk bekerja lebih keras, mengawal setiap kebijakan dengan penuh tanggung jawab, dan memastikan kehadiran Partai Perindo benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Timur, menuju Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera. #perindoNTT #partaiPerindoTTS #partaiPerindo
Hari ini menjadi hari yang penuh makna bagi masyarakat Desa Boti dan sekitarnya. Apa yang dahulu hanya menjadi harapan, kini telah menjadi kenyataan. Jika dahulu masih ada warga yang harus diangkut menggunakan tandu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, hari ini Tuhan telah membuka jalan sehingga sebuah ambulans desa dapat hadir untuk melayani masyarakat. Atas nama pribadi, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Timor Tengah Selatan, Ibu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, serta Bapak Camat KiE yang hari ini berkenan menyerahkan satu unit ambulans desa kepada Desa Boti. Ambulans ini tidak hanya melayani masyarakat Desa Boti, tetapi juga akan menjadi harapan bagi masyarakat Desa Naileu dan Desa Oenai. Kehadiran ambulans ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan akses pelayanan kesehatan. Saya juga ingin menegaskan bahwa kehadiran ambulans ini bukanlah bentuk pencitraan politik, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat Desa Boti dan sekitarnya. Kehadiran ambulans ini diharapkan dapat membantu kita semua dalam meminimalisir angka kematian ibu dan anak saat proses melahirkan, yang sering terjadi akibat keterlambatan menjangkau fasilitas kesehatan terdekat karena kondisi akses jalan yang sulit. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Boti yang telah menyampaikan aspirasi dengan penuh kepercayaan kepada saya. Aspirasi itu saya perjuangkan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, dan puji Tuhan mendapat perhatian serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan hingga akhirnya dapat diwujudkan. Ini menunjukkan bahwa ketika masyarakat, DPRD, dan pemerintah berjalan bersama, maka kebutuhan rakyat dapat diwujudkan menjadi kenyataan. Kepada Pemerintah Desa Boti sebagai pengelola ambulans ini, saya menitipkan harapan agar kendaraan ini dijaga, dirawat, dan dikelola dengan penuh tanggung jawab. Ambulans ini adalah milik masyarakat. Gunakanlah dengan bijaksana, rawatlah dengan baik, sehingga dapat terus menjadi sarana untuk menolong warga yang sakit, ibu hamil, keadaan darurat, dan siapa pun yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Ambulans ini harus digunakan untuk melayani semua orang yang membutuhkan tanpa membedakan pilihan politik, baik yang memilih saya pada Pileg kemarin, yang memilih Bapak Bupati pada Pilkada kemarin, maupun yang mendukung kepala desa pada Pilkades yang lalu. Terima kasih pula kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, doa, dan kerja sama sehingga pengadaan ambulans ini dapat terwujud. Setiap dukungan, sekecil apa pun, telah menjadi bagian dari perjalanan panjang mewujudkan impian masyarakat. Semoga ambulans ini tidak sekadar menjadi kendaraan, tetapi menjadi simbol kepedulian, pelayanan, dan harapan baru. Dari tandu menuju ambulans, kita menyaksikan bahwa mimpi masyarakat akhirnya menjadi kenyataan. Mari kita jaga bersama, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi hari ini dan generasi yang akan datang. #sorotan #semuaorang
Diskusi bersama Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan membahas dukungan terhadap pelaksanaan Pilkades Serentak di 86 desa, sekaligus mendorong percepatan penetapan status definitif bagi 20 desa persiapan di Kabupaten TTS. Kami berpandangan bahwa pemerintah daerah perlu memastikan seluruh dukungan administratif, regulasi, dan pembiayaan tersedia secara memadai agar tahapan Pilkades dapat berjalan tepat waktu, tertib, aman, dan demokratis. Di sisi lain, percepatan penetapan desa definitif merupakan langkah penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Komisi I DPRD TTS berkomitmen mengawal proses ini agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan kepastian hukum, memperkuat pemerintahan desa, dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan
Sore ini saya menghadiri kegiatan Business Gathering dan Pembukaan Kantor Cabang Bank TLM Timor Tengah Selatan yang berlangsung di Hotel Bahagia 2 SoE. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran lembaga keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses permodalan, serta mendukung pengembangan UMKM dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Hadir sebagai narasumber Direktur Utama Bank TLM, Bapak Robert Fanggidae, yang menyampaikan berbagai strategi dan komitmen Bank TLM dalam meningkatkan pelayanan serta kontribusi bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Sebagai wakil rakyat, saya menyambut baik kehadiran dan pengembangan layanan perbankan yang semakin dekat dengan masyarakat. Sinergi antara dunia perbankan, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Hari ini saya mampir dan menyapa konstituen, warga Desa Fatukusi, yang dengan penuh semangat sedang memecah batu secara manual untuk dijual kepada masyarakat. Dengan peralatan yang sangat sederhana, mereka tetap bekerja keras demi menghidupi keluarga. Pemandangan ini mengajarkan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berusaha. Semangat, ketekunan, dan kerja keras masyarakat adalah kekuatan besar yang harus mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah. Sudah saatnya kita mendorong hadirnya program pemberdayaan, bantuan peralatan, serta akses pasar yang lebih baik agar kerja keras masyarakat dapat menghasilkan pendapatan yang lebih layak. Negara harus hadir, bukan hanya melihat perjuangan mereka, tetapi juga memberikan solusi yang nyata. Semoga semangat warga Desa Fatukusi terus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tidak pernah menyerah dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Berikut pernyataan politis yang dapat Bapak gunakan: Menulis Hari ini kami mengikuti Rapat Badan Anggaran DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rangka pembahasan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten TTS Tahun Anggaran 2025. Bagi DPRD, pembahasan pertanggungjawaban APBD bukan sekadar menilai angka-angka dalam laporan keuangan, tetapi memastikan setiap rupiah uang rakyat telah dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui forum ini, kami mendorong pemerintah daerah untuk menjelaskan secara terbuka capaian program, kendala pelaksanaan, serta berbagai rekomendasi perbaikan agar kelemahan yang masih ditemukan tidak terus berulang pada tahun anggaran berikutnya. APBD harus menjadi instrumen pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat pelayanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, fungsi pengawasan DPRD akan terus dijalankan secara kritis, objektif, dan bertanggung jawab demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan.
