Daftar Anggota
  • Berita
  • Pokir Dihapus, Andika Riansa Tak Surut Perjuangkan Kebutuhan Warga Palu
Pokir Dihapus, Andika Riansa Tak Surut Perjuangkan Kebutuhan Warga Palu
Pokir Dihapus, Andika Riansa Tak Surut Perjuangkan Kebutuhan Warga Palu

Pokir Dihapus, Andika Riansa Tak Surut Perjuangkan Kebutuhan Warga Palu

PALU - Penghapusan alokasi pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Kota Palu, Sulawesi Tengah tak menyurutkan perjuangan mengawal kebutuhan masyarakat. Di tengah keterbatasan ruang anggaran, aspirasi warga tetap diperjuangkan melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk mengupayakan solusi atas kebutuhan infrastruktur dan keamanan lingkungan.

Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi Partai Perindo Andika Riansa Mustaqim mengaku kecewa dengan penghapusan alokasi Pokir pada tahun depan. Namun, keputusan tersebut tidak mengubah komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat.

"Kami anggota DPRD Kota Palu tentu sangat kecewa terhadap keputusan dana reses atau Pokir kami tidak ada lagi tahun depan. Namun, itu tidak membuat kami berhenti memperjuangkan kepentingan masyarakat," ungkap Andika, Rabu (4/11/2026).

Upaya membantu warga selama ini tidak hanya dilakukan melalui jalur penganggaran. Saat Reses Caturwulan II 2026 di Kelurahan Birobuli Utara, Andika menggunakan dana pribadi untuk membantu pengadaan lampu penerangan jalan dan menyumbang pembangunan Masjid Al-Amin.

Sementara melalui pengawalan aspirasi dan Pokir, sejumlah kebutuhan masyarakat telah terealisasi. Di antaranya pengaspalan Jalan Bayoge dan Jalan Jamur, pembangunan sekitar 20 pos ronda, serta bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM.

"Alhamdulillah tahun ini sudah ada beberapa pokok pikiran yang terealisasi. Termasuk bantuan modal usaha untuk pelaku UMKM sebesar Rp2 juta," tutur legislator yang duduk di Komisi C DPRD Kota Palu ini. 

Dalam Reses Caturwulan III Masa Persidangan 2026 di Kelurahan Birobuli Utara dan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan, kemarin, Andika kembali menerima keluhan warga. Di Birobuli Selatan, persoalan keamanan lingkungan mengemuka melalui usulan penerangan jalan di RT 02 RW 06 dan pembangunan pos ronda di RT 01 RW 06.

Andika menyebut lampu penerangan di RT 02 RW 06 telah terealisasi, sedangkan pembangunan pos ronda di RT 01 RW 06 sedang berjalan. Fasilitas tersebut diharapkan membantu mengurangi kerawanan tindak kejahatan di lingkungan warga. "Ini terus kita maksimalkan demi keamanan bersama," tegasnya.

Ke depan, Andika akan mengoptimalkan komunikasi dengan OPD terkait untuk mencari jalan keluar atas kebutuhan masyarakat. Dia memilih tidak memberikan janji berlebihan, tetapi memastikan setiap aspirasi tetap dikawal sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

"Saya tidak ingin menjanjikan sesuatu kepada masyarakat. Tetapi kalau memang ada aspirasi yang disampaikan, saya akan terus mengawalnya bersama dinas terkait agar bisa direalisasikan," ungkap Sarjana Teknik lulusan Universitas Tadulako Palu ini.