Kegiatan Lembaga
mengunjungi stan mobil perpustakaan keliling
Rabu 12 08 2026 mengunjungi stan mobil keliling pemerintah kab. sumba barat daya untuk memastikan pelayanan ke kelompok² yang membutuhkan
Kegiatan Lembaga
Rabu 12 08 2026 mengunjungi stan mobil keliling pemerintah kab. sumba barat daya untuk memastikan pelayanan ke kelompok² yang membutuhkan
Berita terbaru tentang pergerakan Perindo
senin 25 Mei 2026, bertemu petani Hortikultura di desa Tema Tana, Kec. wewewa timur

TAMBOLAKA, iNewsSumba.id-Di balik dramatisnya proses evakuasi dua bocah yang tertimbun longsor batu putih di Desa Djelamanu, Kecamatan Wewewa Utara, tersimpan kisah tentang sebuah alat berat yang datang dari jauh. Ekskavator yang akhirnya mempercepat proses pencarian itu diketahui milik Yusuf Bora, seorang kader Partai Perindo sekaligus Wakil Ketua DPRD Sumba Barat Daya. Alat berat tersebut tiba di lokasi setelah warga berjuang hampir delapan jam menggali material longsor secara manual. Peristiwa tragis itu sendiri terjadi sekitar pukul 10.00 WITA, Senin (16/3/2026). Dua bocah bernama Arjun Saputra Gono Ate dan Sardianto Rato Pote tertimbun longsor material tanah dan batu putih saat berada di lokasi sertu di Desa Djelamanu. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya melakukan pencarian. Dengan alat seadanya, mereka menggali timbunan batu yang keras dan berat. Namun upaya tersebut tidak mudah. Lapisan batu putih yang menimbun korban sangat padat sehingga proses pencarian berjalan lambat. Di saat bersamaan, informasi mengenai kejadian itu menyebar cepat melalui media sosial dan jaringan warga. “Saya dapat informasi dari adik Eva di sekitar lokasi sekitar pukul 10.00 WITA. Juga dari warganet di media sosial yang menyebut pencarian manual sangat susah,” kata Yusuf Bora saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon, Senin (16/3/2026) malam lalu. Setelah mengetahui kondisi di lapangan, Yusuf Bora langsung mengambil keputusan untuk membantu. “Karena kebetulan saya punya excavator, saya langsung hubungi pemilik tronton untuk mengangkut alat itu ke lokasi,” ujarnya. Perjalanan alat berat tersebut tidak singkat. Dari lokasi penyimpanan menuju Desa Djelamanu, ekskavator harus menempuh perjalanan sekitar dua hingga tiga jam. Ketika alat berat itu akhirnya tiba, proses pencarian menjadi jauh lebih cepat. Operator membuka lapisan batu putih yang menimbun titik dugaan korban. “Puji Tuhan korban akhirnya bisa ditemukan dalam timbunan sekitar dua meter. Saya hanya terpanggil untuk membantu sebisa mungkin,” kata Yusuf Bora. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. “Semoga keluarga diberikan kekuatan dan penghiburan oleh Sang Maha Kasih,” tuturnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penting dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sebagai bentuk kesepakatan bersama antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya mengenai arah kebijakan pembangunan dan prioritas penganggaran daerah. Adapun kesepakatan yang ditandatangani meliputi KUA-PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2026 serta KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, yang akan menjadi pedoman dalam penyusunan rancangan APBD agar selaras dengan kebutuhan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, Sekretaris Daerah, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Yusuf Bora menegaskan bahwa penyusunan KUA-PPAS merupakan tahapan strategis untuk memastikan setiap alokasi anggaran benar-benar diarahkan pada program-program prioritas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kesepakatan KUA-PPAS menjadi dasar penting dalam penyusunan APBD yang berkualitas. DPRD berkomitmen mengawal setiap proses penganggaran agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta percepatan pembangunan daerah,” ujarnya. Melalui penandatanganan kesepakatan ini, diharapkan sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya semakin kuat dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang efektif, pengelolaan keuangan daerah yang bertanggung jawab, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
