searchCari
Daftar Anggota

Jurnal Anggota Legislatif

foto sampul

Kegiatan Lembaga

Berdiskusi bersama Kepala BKPSDMD Kabupaten TTS

19 Mei 2026, 18:55 WIB

Berdiskusi bersama Kepala BKPSDMD Kabupaten TTS terkait kepastian status PPK Paruh Waktu di Kabupaten TTS. Dari total 1.690 tenaga yang telah berproses, sebanyak 1.658 orang sudah mendapatkan kejelasan, sementara masih tersisa 32 orang yang statusnya belum jelas dan perlu mendapat perhatian serius.
Kami berharap pemerintah daerah bersama pihak-pihak terkait dapat segera mencari solusi agar seluruh proses penataan tenaga PPK Paruh Waktu berjalan adil, transparan, dan memberikan kepastian bagi para tenaga yang selama ini telah mengabdi.
Bagi kami, mereka bukan sekadar angka dalam data administrasi, tetapi orang-orang yang telah bekerja dan melayani masyarakat. Karena itu, kepastian status menjadi hal penting demi memberikan rasa keadilan dan ketenangan bagi mereka dan keluarga.

Update Lainnya

Berita terbaru tentang pergerakan Perindo

Pertemuan bersama para anggota legislatif Partai Perindo dari Kabupaten TTS dan Kabupaten TTU di Sekretariat DPD Partai Perindo Kabupaten TTS.
Kegiatan Partai

Pertemuan bersama para anggota legislatif Partai Perindo dari Kabupaten TTS dan Kabupaten TTU di Sekretariat DPD Partai Perindo Kabupaten TTS.

Setelah pelaksanaan kuliah umum di Institut Pendidikan SoE, kami melanjutkan pertemuan bersama para anggota legislatif Partai Perindo dari Kabupaten TTS dan Kabupaten TTU di Sekretariat DPD Partai Perindo Kabupaten TTS. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bang Gardian Muhamad selaku Ketua DPP Bidang Fraksi dan Legislator Partai Perindo. Dalam pertemuan ini dibahas berbagai hal terkait kewajiban dan tanggung jawab anggota legislatif terhadap partai, rakyat, dan penguatan kerja-kerja politik di daerah. Kami menegaskan bahwa keberadaan anggota legislatif dari Partai Perindo harus benar-benar menjadi representasi perjuangan masyarakat. Aleg tidak boleh hanya hadir pada momentum politik, tetapi harus aktif membangun komunikasi dengan rakyat, memperjuangkan aspirasi masyarakat, menjaga soliditas partai, serta menunjukkan kinerja nyata dalam tugas-tugas legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Pertemuan ini juga menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat semangat kebersamaan dan disiplin organisasi dalam membangun Partai Perindo yang semakin hadir dan dipercaya masyarakat di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten TTS dan TTU. Kami percaya bahwa politik yang sehat harus dibangun melalui kader-kader yang memiliki loyalitas terhadap perjuangan partai, integritas dalam pelayanan publik, dan keberpihakan yang jelas kepada kepentingan rakyat kecil.

Hadiri Peminangan Nona Nakamnanu oleh Keluarga Nomei
Kegiatan Partai

Hadiri Peminangan Nona Nakamnanu oleh Keluarga Nomei

Setelah melayat dan berbagi duka bersama Keluarga Manafe, Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Timor Tengah Selatan bersama Anggota Fraksi Perindo Bapak Yoram Nakamnannu melanjutkan agenda dengan menghadiri acara peminangan Nona Nakamananu, putri dari Kepala Desa Nobi-Nobi Kecamatan Amanuban Tengah, yang dipinang oleh Saudara Nomeni dari Kecamatan Mollo Utara. Kehadiran dalam acara adat tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat Timor yang menjunjung tinggi kekeluargaan dan persaudaraan. Momentum ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi, mempererat hubungan sosial kemasyarakatan lintas kecamatan, serta menegaskan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam suasana duka maupun sukacita. Semoga proses adat yang telah dilangsungkan menjadi awal yang baik bagi kedua mempelai dan kedua keluarga besar, serta membawa berkat, keharmonisan, dan kebahagiaan dalam membangun rumah tangga ke depan.

Uji petik pansus LKPJ Tahun 2025 di RSUD SoE.
Kegiatan Lembaga

Uji petik pansus LKPJ Tahun 2025 di RSUD SoE.

Hasil Uji Petik Lapangan pada RSUD SoE Berdasarkan hasil uji petik lapangan yang dilakukan oleh Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah Tahun 2025, kami menyampaikan beberapa temuan krusial yang memerlukan perhatian serius dan tindak lanjut segera dari pihak manajemen RSUD maupun Pemerintah Daerah: 1. Optimalisasi Infrastruktur dan Aset Gedung Pansus menyoroti adanya dua bangunan baru yang representatif, yakni Gedung CT Scan dan Ruang Gizi, yang diselesaikan pada tahun anggaran 2025 dengan total nilai investasi melebihi Rp2 Miliar. 2. Status Aset: Meskipun kedua gedung tersebut telah melalui proses Provisional Hand Over (PHO) pada Desember 2025, hingga saat ini fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara operasional. Catatan Pansus: 1. Penundaan operasionalisasi gedung yang telah selesai 100% merupakan bentuk inefisiensi anggaran. Rakyat seharusnya sudah bisa menikmati fasilitas medis tersebut, namun gedung megah ini terkesan hanya menjadi pajangan tanpa memberikan dampak layanan kesehatan langsung. 2. Manajemen Pengadaan Farmasi dan Obat-obatan Selain masalah infrastruktur, Pansus menemukan kendala serius dalam aspek pelayanan medis harian, khususnya terkait ketersediaan obat. Catatan Pansus: Keterlambatan ini sangat berisiko terhadap keselamatan pasien dan kualitas layanan RSUD. Manajemen RSUD diminta untuk mengevaluasi total sistem rantai pasok (supply chain) dan perencanaan kebutuhan obat agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Rekomendasi Pansus: 1. Segera Fungsikan Gedung: Mendesak manajemen RSUD untuk segera melengkapi alat kesehatan dan personil agar Gedung CT Scan dan Ruang Gizi dapat beroperasi maksimal dalam waktu paling lambat triwulan depan. 2. udit Distribusi Obat: Meminta inspektorat atau tim teknis terkait untuk mengaudit penyebab seringnya keterlambatan stok obat, apakah terkendala pada proses lelang, anggaran, atau kinerja vendor. 3. Laporan Progres: Pansus meminta laporan tertulis dalam 14 hari kerja mengenai langkah konkret yang diambil RSUD atas temuan ini.