Kegiatan Lembaga
uji petik Pansus LKPJ pada pekerjaan pemeliharaan Jembatan Nonosnaen
Dalam agenda uji petik Pansus LKPJ pada pekerjaan pemeliharaan Jembatan Nonosnaen, kami menemukan sejumlah catatan serius terkait kualitas pekerjaan fisik di lapangan. Setelah melihat langsung hasil pekerjaan, Pansus menilai mutu pekerjaan sangat jauh dari harapan masyarakat dan tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dialokasikan.
Dengan nilai pekerjaan yang mendekati 400 juta rupiah, namun panjang dan kualitas tembok penahan yang dibangun terlihat minim, Pansus menduga adanya ketidakwajaran dalam perencanaan maupun penggunaan anggaran. Dugaan mark up ini tentu harus menjadi perhatian serius dan perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak-pihak berwenang.
Kami menegaskan bahwa setiap rupiah uang rakyat harus dipertanggungjawabkan secara transparan. Jangan sampai pembangunan infrastruktur hanya menjadi proyek administratif, tetapi kualitasnya tidak memberi rasa aman bagi masyarakat. Infrastruktur yang buruk bukan hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga membahayakan keselamatan warga yang menggunakan fasilitas tersebut setiap hari.
Pansus akan merekomendasikan evaluasi menyeluruh terhadap pekerjaan ini, termasuk meminta penjelasan dari OPD teknis dan pihak pelaksana. Pengawasan DPRD harus menjadi alat untuk memastikan pembangunan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat, bukan kepentingan segelintir orang.



