Daftar Anggota

Jurnal Anggota Legislatif

foto sampul

Kegiatan Lembaga

Kegiatan Player Offline Tournamen Free Fire Piala Wakil DPRD Kota Ambon. Ambon, 11-12 Oktober 2025.

12 Oktober 2025, 07:00 WIB

Kegiatan Offline Tournamen FF,
Patrick Moenandar Datangkan Dua Evos Ternama.
Kegiatan ini diberi nama Player Offline Tournamen Free Fire Piala Wakil DPRD Kota Ambon.
Sebuah gebrakan besar kembali dilakukan dalam mendukung generasi muda dan perkembangan e-sports lokal.

Dalam gelaran offline tournament free fire (FF) Piala Wakil Ketua DPRD Patrick Moenandar yang dilaksanakan pada 11-12 Oktober 2025, dua pro player dari tim e-sports ternama EVOS turut diundang untuk memeriahkan e-sports kota Ambon. Dua pro player ternama itu yakni EVOS Manay dan EVOS Rasyah.

Turnamen diikuti 144 Team atau 576 Player FF ini menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam satu game mobile paling populer di Indonesia.

Tidak hanya memperebutkan hadiah jutaan rupiah, para peserta juga dapat berkesempatan belajar langsung dari para juara EVOS yang telah malang melintang di kompetisi nasional dan internasional itu.

Turnamen dengan mendatangkan bintang tamu spesial ini menjadi yang kedua kalinya digelar oleh Komunitas Free Fire Maluku setelah sebelumnya dilakukan pada tahun 2022 lalu.

Setelah sukses menghadirkan pro player tahun 2022 lalu di Kota Ambon, e-sports tahun ini kembali dibuat lebih meriah. Dengan kehadiran kedua pro player ini, diharapkan para pemain dapat menjadikannya bukan sekedar turnamen tetapi kesempatan untuk membuktikan bahwa Maluku juga punya player free fire yang potensial

Dengan hanya membaca atau menonton berita terkait e-sports belum tentu bisa menambah kepercayaan diri dan wawasan tentang e-sports. Kita perlu membawa bukti nyata lewat para pro player yang sudah sukses di bidang ini.

"Karena sebelum mereka ada di posisi sekarang, Manay dan Rasyah juga merupakan muda-mudi yang memulai semuanya dari bawah. Dari anak tongkrongan, berubah menjadi kebanggaan bangsa.”

EVOS e-sports merupakan team e-sports yang sepak terjangnya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi di Indonesia. Mereka merupakan team pertama yang membawa Indonesia menjadi juara dunia. Dan para playernya itu bisa dibilang merupakan Living Legend dari Free Fire itu sendiri.

"Jadi dengan kehadiran mereka itu menjadi penyemangat dan membuat antusias anak muda untuk lebih mengembangkan bakat mereka di bidang ini agar kedepan bisa saja ada Player FF asal Maluku terlebih khusus Kota Ambon yang akan bersinar di kancah nasional maupun internasional lewat e-sports.”

Sekedar tahu, EVOS Manay merupakan mantan pro player yang kini menjabat sebagai Head of Free Fire di EVOS Esports, sekaligus pelatih sukses EVOS Divine. Ia pernah menjadi juara Free Fire World Cup (FFWC) 2019 di Bangkok, gelar juara dunia pertama bagi Indonesia.

Sementara EVOS Rasyah lebih dikenal dengan sebutan Wonderkid Indonesia. Ia pernah menjadi MVP Finals termuda di Esports World Cup (EWC) 2025, yaitu berusia 15 tahun. Pernah juga membawa EVOS Divine juara dunia di EWC 2025 Riyadh, Saudi Arabia.

Update Lainnya

Berita terbaru tentang pergerakan Perindo

Penyampaian aspirasi dari Ibu Guru terkait persoalan internal di SD Inpres 24 Ambon. Ambon. 24 Februari 2026.
Kegiatan Partai

Penyampaian aspirasi dari Ibu Guru terkait persoalan internal di SD Inpres 24 Ambon. Ambon. 24 Februari 2026.

Penyampaian aspirasi dari Ibu Guru terkait persoalan internal di SD Inpres 24 Ambon.

Menerima Warga dari Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon.
Kegiatan Lembaga

Menerima Warga dari Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon.

Senin, 2 Maret 2026 di Ruangan Wakil Ketua II DPRD Kota Ambon. Menerima Warga dari Negeri Hutumuri, terkait permohonan permintaan proposal kepada Wakil Ketua DPRD Kota Ambon.

Pimpinan DPRD Kota Ambon Mengikuti Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Upaya Pencegahan Korupsi bersama KPK RI. Jakarta, 29 April 2026.
Kegiatan Lembaga

Pimpinan DPRD Kota Ambon Mengikuti Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Upaya Pencegahan Korupsi bersama KPK RI. Jakarta, 29 April 2026.

TEKEN KOMITMEN DI KPK, MOENANDAR : DPRD AMBON SIAP “PERTEGAS PERAN PENGAWASAN". Sebuah komitmen besar untuk membersihkan birokrasi di Kota Ambon resmi dikukuhkan di jantung pertahanan antikorupsi nasional. Bertempat di Gedung Merah Putih KPK RI, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/26), DPRD Kota Ambon secara resmi menandatangani kesepakatan bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar, yang hadir langsung dalam Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Upaya Pencegahan Korupsi tersebut, menyatakan bahwa penandatanganan ini bukan sekadar seremoni tanda tangan di atas kertas, melainkan janji untuk mempertegas “gigi” pengawasan legislatif. Politisi dari Fraksi Perindo ini menegaskan, bahwa usai pertemuan dengan KPK, DPRD Ambon akan melakukan penguatan fungsi kontrol terhadap kinerja eksekutif secara lebih tajam. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada celah bagi praktik korupsi, terutama dalam pengelolaan anggaran daerah. ”Kami memperkuat fungsi pengawasan untuk mempertegas komitmen kami menjaga integritas lembaga. Sinergi dengan KPK RI ini adalah forum strategis agar kami memiliki standar pengawasan yang sesuai dengan sistem pencegahan korupsi nasional,” tegas Moenandar. Moenandar juga menyoroti, gaya pendekatan KPK RI yang kini lebih mengedepankan edukasi dan diskusi dua arah. Ruang konsultasi yang diberikan oleh lembaga antirasuah tersebut sangat membantu pimpinan daerah dan OPD untuk memahami aturan-aturan yang sering kali dianggap rumit. ”Apresiasi setinggi-tingginya untuk KPK RI. Ruang dialog ini sangat penting, agar kami bisa menyampaikan hal-hal yang kurang kami pahami supaya bisa dipahami secara utuh. Ini adalah bekal kami untuk pulang dan membenahi sistem di daerah,” tambahnya. Rapat koordinasi ini diakhiri dengan prosesi penandatanganan komitmen bersama yang dilakukan oleh pimpinan DPRD Kota Ambon, Pj Walikota Ambon, dan disaksikan langsung oleh pejabat KPK RI. Aleg dia periode ini berharap, dengan adanya komitmen yang diteken langsung di markas KPK, seluruh elemen penyelenggara pemerintahan di Kota Ambon, baik eksekutif maupun legislatif, memiliki frekuensi yang sama dalam menjaga marwah pemerintahan. ”Harapan kami jelas, ke depan tidak ada lagi keraguan dalam bertindak karena sistem pengawasan sudah kita perkuat. Kita ingin mewujudkan Ambon yang transparan dan benar-benar bebas dari praktik korupsi,” tutupnya.