PERINDO UPDATE

18 May 2018 18:56

LBH Perindo: Gembong Teroris Pantas Dihukum Mati


JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman mati Aman Abdurrahman terdakwa kasus pengeboman di Jalan Thamrin, Jakarta.  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perindo sepakat dengan tuntutan JPU terhadap Aman Abdurrahman.

“(Gembong teroris) pantas untuk diberi hukuman mati,” ujar Ketua LBH Perindo Ricky K Margono, Jumat (18/5/2018).

Tuntutan hukuman mati ataupun nantinya jika pada sidang akhir divonis hukuman mati terhadap gembong teroris itu merupakan langkah hukum untuk memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan.

“Dan saya rasa hukuman mati pantas diberikan kepada para terdakwa atau para terpidana kasus terorisme,” tegas Ricky.

Menurutnya alasan mengapa gembong teroris dihukum mati karena mereka telah melakukan perbuatan biadab dan menggerikan yang merenggut puluhan nyawa orang lain.

Bahkan, tiga keluarga terdiri dari suami, istri dan anak-anak ikut dilibatkan melakukan aksi bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo baru-baru ini yang tentunya sangat menyayat hati.

“Seperti kita lihat belakangan ini berapa banyak yang mati jadi korban terorisme, bahkan saat ini pun teroris melibatkan keluarganya untuk menjalankan misinya. Nah, hal-hal yang seperti ini perlu dipandang serius,” tutur Ricky.

Namun begitu, Ricky mengatakan hukuman mati di Indonesia memang masih kerap menjadi perdebatan.

“Untuk beberapa kasus kejahatan, teroris misalnya adalah extraordinary crime maka penanganannya harus khusus,” ungkap Ricky.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat, (18/5/2018).  Aman Abdurrahman dianggap melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, serta Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Jaksa menuntut pidana mati pendiri Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu karena menjadi otak sejumlah rencana teror di Indonesia. Mulai dari bom Thamrin 2016, bom Gereja Oikumene di Samarinda, bom Kampung Melayu, serta penusukan polisi di Sumatera Utara dan penembakan polisi di Bima.

“(Menuntut) menjatuhkan pidana kepada Aman Abdurrahman dengan pidana mati,” kata JPU Anita Dewayani.

VIDEO PROFILE

kutipan-web-perindo
Daftar-Online-Partai-Perindo

Latest Tweet

@PartaiPerindo

facebook fans

PERINDO

SEKRETARIAT DPP PARTAI PERINDO

Jl. Pangeran Diponegoro 29
Menteng, Jakarta Pusat 10310
Telp : +62 21 - 3192 4109
Fax : +62 21 – 3192 5485
Email: [email protected]

Copyright © 2018 Partai Persatuan Indonesia (Partai PERINDO). All rights reserved.

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]