Fiskal Terbatas, Ary Buraen Ajak Pemkab Kupang Fokus pada Pemenuhan Layanan Dasar Warga
KUPANG - Keterbatasan kemampuan fiskal membuat setiap kebijakan pembangunan perlu diarahkan pada kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat. Di Kabupaten Kupang, kebutuhan tersebut masih mencakup jalan, air bersih, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Kondisi itu mendorong Anggota DPRD Kabupaten Kupang Ary Buraen meminta pemerintah daerah menyusun skala prioritas pembangunan secara cermat agar anggaran yang terbatas memberikan manfaat langsung bagi warga.
"Masyarakat lebih membutuhkan pelayanan dasar daripada patung. Saat ini masih banyak persoalan mendasar yang harus diatasi. Karena itu, pemerintah perlu menyusun prioritas berdasarkan kebutuhan nyata warga," kata Ary dalam keterangannya, Selasa (6/10/26).
Menurut Ary, pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar memiliki kaitan langsung dengan kehidupan sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat. Perbaikan jalan membuka akses ekonomi, ketersediaan air bersih menopang kebutuhan sehari-hari, sedangkan pendidikan dan kesehatan menentukan kualitas sumber daya manusia.
"Patung boleh dibangun, tetapi jangan sampai melupakan pelayanan dasar. Pemerintah harus bijaksana menentukan prioritas, apalagi kemampuan fiskal daerah kita terbatas," ujarnya.
Dia mengingatkan setiap keputusan belanja pemerintah harus mempertimbangkan manfaat dan urgensinya bagi masyarakat karena anggaran yang digunakan bersumber dari uang publik.
"Jangan lupa bahwa ini adalah uang rakyat. Masyarakat membayar pajak dan kewajiban lainnya. Setiap rupiah harus dipertimbangkan manfaat dan urgensinya bagi warga," tegas Ary.
Sebagai Ketua Pemuda Perindo Nusa Tenggara Timur (NTT), Ary juga membawa penekanan pada kebutuhan nyata masyarakat dalam pandangannya mengenai arah pembangunan daerah. Perspektif tersebut sejalan dengan narasi Partai Perindo yang menempatkan ekonomi kerakyatan dan penguatan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari perhatian politiknya.
"Pembangunan yang baik adalah yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Ketika warga mendapat jalan layak, air cukup, pendidikan baik, dan pelayanan kesehatan memadai, di situlah negara benar-benar hadir di tengah masyarakat," pungkasnya.


