searchCari
Daftar Anggota

Jurnal Anggota Legislatif

foto sampul

Kegiatan Lembaga

Hadir dan menyaksikan langsung pertandingan Open Turnamen Boti Cup 2025 di Lapangan Voli Kantor Desa Boti, Kecamatan KiE

16 Mei 2026, 19:54 WIB

Malam ini saya hadir dan menyaksikan langsung pertandingan Open Turnamen Boti Cup 2025 di Lapangan Voli Kantor Desa Boti, Kecamatan KiE. Antusiasme masyarakat dan semangat para pemain menjadi bukti bahwa olahraga mampu mempersatukan generasi muda serta membangun kebersamaan dan sportivitas di tengah masyarakat. Semoga turnamen ini berjalan lancar dan melahirkan atlet-atlet muda yang berprestasi bagi TTS.

Update Lainnya

Berita terbaru tentang pergerakan Perindo

Sosialiasi Desa Sadar Wisata
Kegiatan Lembaga

Sosialiasi Desa Sadar Wisata

Menjadi Narasumber pada Kegiatan Sosialiasi Desa Sadar Wisata di Desa Boti kec. KiE Kab TTS - yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kab TTS. "Desa Sadar Wisata adalah komitmen bersama seluruh warga desa untuk menyambut, melayani, dan menjaga potensi wisata secara berkelanjutan. Kami menyadari bahwa pariwisata bukan hanya tentang kunjungan, tetapi tentang keramahan, kebersihan, keamanan, pelestarian budaya, dan kelestarian alam yang menjadi identitas desa. Dengan semangat gotong royong, kami membangun desa sebagai ruang yang ramah bagi wisatawan, bermartabat bagi warga, serta memberi manfaat ekonomi yang adil dan berkelanjutan bagi generasi kini dan mendatang.”

Rapat Pansus Bersama Dinas PMD, Badan PKAD, Inspektorat dan Tenaga Ahli DD
Kegiatan Lembaga

Rapat Pansus Bersama Dinas PMD, Badan PKAD, Inspektorat dan Tenaga Ahli DD

Hari ini Pansus LKPJ Bupati TTS Tahun 2025 melaksanakan rapat kerja bersama Dinas PMD, Inspektorat, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, serta Tenaga Ahli Dana Desa di Ruang Banggar DPRD Kabupaten TTS. Rapat ini secara khusus membahas sejumlah persoalan strategis terkait mekanisme dan alur penyaluran serta pencairan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang masih memerlukan penataan agar lebih efektif, transparan, dan tepat waktu. Pansus juga menyoroti urgensi penyesuaian regulasi daerah, khususnya terkait perubahan Perda tentang Pilkades, BPD, dan pemerintahan desa agar selaras dengan ketentuan perundang-undangan terbaru. Sinkronisasi regulasi ini penting untuk menghindari tumpang tindih kebijakan serta memastikan tata kelola pemerintahan desa berjalan lebih akuntabel dan profesional. Melalui forum ini, Pansus menegaskan komitmennya untuk mendorong perbaikan sistem tata kelola Dana Desa, mulai dari perencanaan, penyaluran hingga pertanggungjawaban. Pansus juga meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan, sehingga setiap rupiah anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Ke depan, Pansus akan terus mengawal proses ini dan merekomendasikan langkah-langkah konkret agar pengelolaan Dana Desa di Kabupaten TTS semakin tertib, tepat sasaran, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menghadiri Rapat Panitia SMDKG GBI NTT
Kegiatan Partai

Menghadiri Rapat Panitia SMDKG GBI NTT

Hari ini, setelah melayat di rumah duka, saya juga sempat menghadiri Rapat Panitia Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala GBI NTT yang akan dilaksanakan di SoE, Kabupaten TTS. Saya hadir sebagai Wakil Ketua III Panitia SMDKG GBI NTT bersama seluruh panitia untuk membahas finalisasi persiapan kegiatan dimaksud. Bagi saya, kegiatan keagamaan seperti ini bukan hanya menjadi momentum pelayanan rohani, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan, menjaga nilai persatuan, dan membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Kehadiran para gembala dan pelayan Tuhan di SoE nantinya diharapkan membawa dampak positif bagi kehidupan sosial, spiritual, serta memperkenalkan Kabupaten TTS sebagai daerah yang terbuka, aman, dan siap menjadi tuan rumah berbagai kegiatan besar. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten TTS melalui Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kegiatan kerohanian, pembinaan umat, dan penguatan nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Bagi kami, pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter, iman, dan kualitas kehidupan sosial masyarakat. Sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas daerah serta membangun TTS yang harmonis, beriman, dan penuh toleransi. Saya percaya, ketika nilai iman dan kebersamaan terus dijaga, maka pembangunan daerah juga akan berjalan lebih kuat dan berkelanjutan.