searchCari
Daftar Anggota

Jurnal Anggota Legislatif

foto sampul

Kegiatan Lembaga

Bersama Ketua Komisi II DPRD Kab. TTS dari Fraksi Demokrat di Atrium Plaza Jakarta, kami berdiskusi terkait reposisi AKD DPRD TTS

26 Mei 2026, 18:43 WIB

Bersama Ketua Komisi II DPRD Kab. TTS dari Fraksi Demokrat di Atrium Plaza Jakarta, kami berdiskusi terkait reposisi AKD DPRD TTS yang direncanakan berlangsung pada Februari 2027 mendatang. Dalam suasana penuh keakraban, kami membahas pentingnya membangun komunikasi politik yang sehat serta menjaga soliditas koalisi demi mendukung jalannya pemerintahan daerah yang lebih baik.
Perindo dan Demokrat sebagai bagian dari koalisi pemerintahan Buce Army memiliki tanggung jawab bersama untuk terus memperkuat sinergi politik, menjaga stabilitas, dan memastikan agenda pembangunan serta kepentingan masyarakat TTS tetap menjadi prioritas utama.

Update Lainnya

Berita terbaru tentang pergerakan Perindo

Berkesempatan bertemu dan berdiskusi bersama Kapolsek KiE, Bhabinkamtibmas Desa Boti, Kepala Desa Boti beserta seluruh perangkat desa, serta Raja Boti di wilayah Boti.
Kegiatan Lembaga

Berkesempatan bertemu dan berdiskusi bersama Kapolsek KiE, Bhabinkamtibmas Desa Boti, Kepala Desa Boti beserta seluruh perangkat desa, serta Raja Boti di wilayah Boti.

Hari ini saya berkesempatan bertemu dan berdiskusi bersama Kapolsek KiE, Bhabinkamtibmas Desa Boti, Kepala Desa Boti beserta seluruh perangkat desa, serta Raja Boti di wilayah Boti. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan tanggung jawab terhadap kehidupan masyarakat. Kami membahas berbagai hal penting, khususnya terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta manajemen ternak. Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa pengelolaan ternak harus dilakukan dengan sistem penggembalaan yang baik dan teratur, sehingga tidak mengganggu kebun dan pekarangan warga. Sebagai wakil rakyat, saya meminta Kapolsek, Kepala Desa Boti, dan Raja Boti untuk dapat duduk bersama menyepakati hal-hal teknis terkait penggembalaan ternak serta perlindungan tanaman dan pekarangan masyarakat. Kesepakatan ini penting agar ada aturan yang jelas, dipatuhi bersama, dan mampu memberikan rasa aman serta keadilan bagi seluruh warga. Kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan tokoh adat menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban, melindungi hasil pertanian masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis di Desa Boti.

bersama Bupati TTS menghadiri pengukuhan 87 Kelompok Tani yang tersebar di 7 kecamatan, yang dipusatkan di Desa Oinlasi, Kecamatan KiE.
Kegiatan Lembaga

bersama Bupati TTS menghadiri pengukuhan 87 Kelompok Tani yang tersebar di 7 kecamatan, yang dipusatkan di Desa Oinlasi, Kecamatan KiE.

Hari ini saya bersama Bupati TTS menghadiri pengukuhan 87 Kelompok Tani yang tersebar di 7 kecamatan, yang dipusatkan di Desa Oinlasi, Kecamatan KiE. Dari jumlah tersebut, 52 Kelompok Tani merupakan kelompok yang saya fasilitasi pembentukannya sebagai wakil rakyat dari Dapil TTS 4. Ini menjadi jumlah pengukuhan Kelompok Tani terbesar yang pernah dilakukan di Kabupaten TTS selama ini. Bagi saya, Kelompok Tani adalah fondasi kekuatan petani di desa. Melalui Kelompok Tani, para petani dapat bekerja bersama, saling belajar, dan lebih mudah mengakses berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sarana produksi, pelatihan, hingga dukungan pengembangan usaha pertanian. Karena itu, saya terus mendorong terbentuknya Kelompok Tani sebagai wadah kebersamaan dan kekuatan petani untuk meningkatkan produksi, memperkuat ekonomi keluarga, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten TTS. Semoga Kelompok Tani yang telah dikukuhkan hari ini semakin aktif, solid, dan menjadi penggerak utama pembangunan sektor pertanian di daerah kita.

Rapat Pansus LKPJ Tahun 2025 bersama Dinas Pertanian Kab TTS
Kegiatan Lembaga

Rapat Pansus LKPJ Tahun 2025 bersama Dinas Pertanian Kab TTS

Hari ini Pansus LKPJ Kepala Daerah Kabupaten TTS Tahun 2025 melakukan rapat klarifikasi terakhir bersama Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten TTS. Dalam rapat tersebut, Pansus memberikan perhatian serius terhadap sejumlah temuan strategis, terutama terkait optimalisasi PAD sektor pertanian, pembangunan screen house yang hingga saat ini belum berfungsi secara maksimal atau belum dimanfaatkan, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang belum optimal dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah. Kami berpandangan bahwa setiap program dan kegiatan yang menggunakan anggaran daerah harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani. Infrastruktur pertanian dan bantuan alsintan tidak boleh hanya selesai pada tahap pengadaan, tetapi harus dipastikan pengelolaan, pemanfaatan, dan keberlanjutannya sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan kontribusi terhadap PAD daerah. Pansus menilai bahwa keberadaan alsintan seharusnya dapat menjadi instrumen strategis untuk mendukung pelayanan kepada kelompok tani sekaligus membuka peluang peningkatan PAD apabila dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Karena itu, perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi, pemanfaatan, pemeliharaan, hingga pola pengelolaan alsintan agar benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah. Selain itu, Pansus juga meminta Dinas Pertanian dan Hortikultura melakukan evaluasi terhadap pembangunan screen house dan berbagai fasilitas pertanian lainnya agar tidak ada lagi aset daerah yang terbengkalai atau tidak dimanfaatkan secara maksimal. Setiap pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat dan mampu mendukung ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten TTS. Pansus berharap seluruh rekomendasi yang nantinya disampaikan dapat menjadi bahan perbaikan serius bagi Pemerintah Daerah demi mewujudkan tata kelola pembangunan pertanian yang lebih efektif, produktif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.