searchCari
Daftar Anggota

Jurnal Anggota Legislatif

foto sampul

Kegiatan Lembaga

Kunjungan Kerja Badan Musyawarah DPRD Kota Ambon.

06 Maret 2026, 20:00 WIB

Kunjungan kerja Badan musyawarah DPRD Kota Ambon dalam rangka mengkonsultasikan seluruh keputusan strategis termasuk penetapan agenda sidang dan arah Kebijakan kelembagaan.

Update Lainnya

Berita terbaru tentang pergerakan Perindo

DPRD Soroti Perubahan Nilai Pinjaman Pemkot Ambon. 24 Feb 2026
Kegiatan Partai

DPRD Soroti Perubahan Nilai Pinjaman Pemkot Ambon. 24 Feb 2026

RRI.CO.ID, Ambon - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon menyoroti perubahan nilai rencana pinjaman daerah yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Perubahan angka tersebut dinilai perlu mendapat penjelasan terbuka serta didudukan kembali bersama DPRD agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar menyampaikan, awalnya nilai pinjaman yang disepakati bersama DPRD berada pada angka Rp200 miliar, namun informasi terbaru nominalnya berubah menjadi Rp300 miliar. "Kalau ini benar adanya, berarti harus dibicarakan lagi dengan DPRD. Sebab persetujuan awal DPRD hanya di angka Rp200 miliar, bukan Rp300 miliar," kata Patrick di Ambon, Selasa, 24 Februari 2026. Menurutnya, pinjaman daerah diperbolehkan selama itu memenuhi ketentuan perundang-undangan dan sesuai dengan kamampuan fiskal pemerintah daerah untuk mengembalikan pinjaman tersebut. "Pinjaman itu sah-sah saja, malah lebih baik. Tapi, harus dibahas dulu bersama. DPRD harus juga mengukur kemampuan kita dalam hal pengembalian. Tanpa komunikasi, itu kan kurang elok," ucapnya. Moenandar mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada rekan-rekan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Ambon untuk segera mengundang TPAKD guna melakukan pembahasan bersama. "Saya sudah sampaikan ke teman-teman Banggar untuk undang TPAKD, kita duduk bersama. Setelah itu baru diputuskan bagaimana. Yang kita setujui Rp200 miliar, nanti setelah duduk bersama baru kita ambil keputusan," ucapnya. Politisi Perindo itu juga menegaskan bahwa DPRD tidak pernah memberikan persetujuan atas pinjaman Rp300 miliar sebagaimana yang berkembang di publik. "Bukan langsung disetujui DPRD Rp200 miliar, lalu pemerintah kota menyampaikan sepihak peminjaman Rp300 miliar. Itu kurang baik. Tidak ada konfirmasi ke kami. Bahkan saat saya teruskan informasi itu ke grup Banggar, teman-teman juga kaget," kata Patrick. Untuk itu, ia meminta agar TPAKD Kota Ambon segera berkoordinasi dengan DPRD guna membahas secara terbuka dan transparan rencana penambahan nilai pinjaman tersebut, sehingga keputusan yang diambil benar-benar sesuai mekanisme dan kesepakatan bersama.

Patrick Moenandar bersama Komunitas Ascart ambon Buka Puasa bersama sekaligus menyerahkan bantuan kepada Panti Asuhan.
Kegiatan Partai

Patrick Moenandar bersama Komunitas Ascart ambon Buka Puasa bersama sekaligus menyerahkan bantuan kepada Panti Asuhan.

Ketua DPD Partai Perindo Kota Ambon, Patrick Moenandar bersama Komunitas Ascart ambon mengadakan Acara Buka Puasa Bersama sekaligus menyerahkan bantuan kepada Panti Asuhan Yayasan Almadiah Ambon. Kegiatan berbagi ini merupakan bentuk rasa kepedulian kepada anak-anak panti asuhan dan juga untuk menjalin kebersamaan antar sesama anggota Komunitas Ascart Ambon, yang adalah Komunitas Sport Kawula Muda. semoga dengan bantuan bingkisan dan sembako dapat membantu dan memberi kebahagiaan bagi anak-anak yatim piatu di bulan suci Ramadhan ini.

Kegiatan Player Offline Tournamen Free Fire Piala Wakil DPRD Kota Ambon. Ambon, 11-12 Oktober 2025.
Kegiatan Lembaga

Kegiatan Player Offline Tournamen Free Fire Piala Wakil DPRD Kota Ambon. Ambon, 11-12 Oktober 2025.

Kegiatan Offline Tournamen FF, Patrick Moenandar Datangkan Dua Evos Ternama. Kegiatan ini diberi nama Player Offline Tournamen Free Fire Piala Wakil DPRD Kota Ambon. Sebuah gebrakan besar kembali dilakukan dalam mendukung generasi muda dan perkembangan e-sports lokal. Dalam gelaran offline tournament free fire (FF) Piala Wakil Ketua DPRD Patrick Moenandar yang dilaksanakan pada 11-12 Oktober 2025, dua pro player dari tim e-sports ternama EVOS turut diundang untuk memeriahkan e-sports kota Ambon. Dua pro player ternama itu yakni EVOS Manay dan EVOS Rasyah. Turnamen diikuti 144 Team atau 576 Player FF ini menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam satu game mobile paling populer di Indonesia. Tidak hanya memperebutkan hadiah jutaan rupiah, para peserta juga dapat berkesempatan belajar langsung dari para juara EVOS yang telah malang melintang di kompetisi nasional dan internasional itu. Turnamen dengan mendatangkan bintang tamu spesial ini menjadi yang kedua kalinya digelar oleh Komunitas Free Fire Maluku setelah sebelumnya dilakukan pada tahun 2022 lalu. Setelah sukses menghadirkan pro player tahun 2022 lalu di Kota Ambon, e-sports tahun ini kembali dibuat lebih meriah. Dengan kehadiran kedua pro player ini, diharapkan para pemain dapat menjadikannya bukan sekedar turnamen tetapi kesempatan untuk membuktikan bahwa Maluku juga punya player free fire yang potensial Dengan hanya membaca atau menonton berita terkait e-sports belum tentu bisa menambah kepercayaan diri dan wawasan tentang e-sports. Kita perlu membawa bukti nyata lewat para pro player yang sudah sukses di bidang ini. "Karena sebelum mereka ada di posisi sekarang, Manay dan Rasyah juga merupakan muda-mudi yang memulai semuanya dari bawah. Dari anak tongkrongan, berubah menjadi kebanggaan bangsa.” EVOS e-sports merupakan team e-sports yang sepak terjangnya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi di Indonesia. Mereka merupakan team pertama yang membawa Indonesia menjadi juara dunia. Dan para playernya itu bisa dibilang merupakan Living Legend dari Free Fire itu sendiri. "Jadi dengan kehadiran mereka itu menjadi penyemangat dan membuat antusias anak muda untuk lebih mengembangkan bakat mereka di bidang ini agar kedepan bisa saja ada Player FF asal Maluku terlebih khusus Kota Ambon yang akan bersinar di kancah nasional maupun internasional lewat e-sports.” Sekedar tahu, EVOS Manay merupakan mantan pro player yang kini menjabat sebagai Head of Free Fire di EVOS Esports, sekaligus pelatih sukses EVOS Divine. Ia pernah menjadi juara Free Fire World Cup (FFWC) 2019 di Bangkok, gelar juara dunia pertama bagi Indonesia. Sementara EVOS Rasyah lebih dikenal dengan sebutan Wonderkid Indonesia. Ia pernah menjadi MVP Finals termuda di Esports World Cup (EWC) 2025, yaitu berusia 15 tahun. Pernah juga membawa EVOS Divine juara dunia di EWC 2025 Riyadh, Saudi Arabia.