Gempa Flores Ganggu Ekonomi Warga, Mesak Mbura Dorong Pemulihan Berkelanjutan
KUPANG - Gempa bumi yang mengguncang Flores tidak hanya merusak rumah dan fasilitas publik, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Anggota DPRD dari Partai Perindo, Mesak Mbura, menekankan pentingnya penanganan yang tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi dilanjutkan dengan pemulihan ekonomi warga.
Pekan lalu, Mesak mendampingi Pemkab Kupang menyalurkan bantuan senilai Rp1 miliar serta 2 ton beras, telur, dan minyak goreng kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (29/8/26).
Bantuan tersebut diberikan di tengah situasi darurat pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 30 Agustus 2026, sedikitnya 111 orang meninggal dunia, lebih dari 1.600 orang mengalami luka-luka, sekitar 188.000 warga mengungsi, dan lebih dari 89.000 rumah mengalami kerusakan.
Kerusakan juga meluas ke berbagai fasilitas publik, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, serta infrastruktur dasar yang menopang aktivitas masyarakat sehari-hari.
Mesak mengatakan, kondisi krisis membutuhkan langkah cepat dan terukur agar penanganan bencana berjalan efektif serta bantuan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Dalam kondisi darurat, kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja. Penanganan harus cepat, terukur, dan semua pihak perlu mengesampingkan ego sektoral agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Mesak dalam keterangannya, Selasa (1/9/26).
Menurut dia, bantuan yang disalurkan bersama Pemkab Kupang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga, terutama pangan, sekaligus menjaga daya tahan masyarakat di tengah keterbatasan akibat bencana.
“Yang kita bantu hari ini bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi juga memastikan masyarakat bisa segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas ekonominya,” kata dia.
Mesak menegaskan, penanganan bencana perlu dilanjutkan dengan langkah pemulihan yang memastikan masyarakat kembali produktif. Menurut dia, pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen Partai Perindo melalui semangat Perindo Pro Ekonomi.
“Penanganan bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Harus ada langkah lanjutan yang memastikan ekonomi warga tetap berjalan dan pulih lebih cepat,” ujar Mesak.
Dia menambahkan, pemulihan perlu melibatkan pemerintah, legislatif, dan masyarakat agar rehabilitasi serta rekonstruksi berjalan cepat dan tepat sasaran. Mesak berharap bantuan tersebut menjadi pijakan awal agar aktivitas masyarakat dan ekonomi di Flores segera kembali bergerak.


