Jalan Berlubang di Surabaya Disorot, Perindo Minta Perbaikan Tak Menunggu Korban
SURABAYA — Kerusakan jalan di sejumlah titik di Kota Surabaya dinilai perlu segera ditangani karena menyangkut keselamatan pengguna jalan. Ketua DPD Partai Perindo Kota Surabaya Andre Setiawan meminta pemerintah tidak menunggu kecelakaan terjadi sebelum memperbaiki ruas jalan yang sudah diketahui berlubang.
Andre mengatakan, jalan berlubang bukan semata persoalan kenyamanan berkendara. Bagi pengendara sepeda motor, kondisi tersebut dapat membuat kendaraan kehilangan kendali, terutama ketika lubang tidak terlihat atau pengendara tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar.
“Bagi pengendara motor, satu lubang di jalan bukan persoalan kecil. Ketika tidak terlihat atau pengendara tidak sempat menghindar, dampaknya bisa sangat serius. Ini menyangkut keselamatan manusia,” ujar Andre dalam keterangannya, Kamis (10/9/26).
Menurut dia, persoalan tersebut juga berkaitan dengan kualitas pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Pengawasan terhadap pekerjaan kontraktor, kata Andre, perlu diperkuat agar proyek yang menggunakan anggaran publik tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan secara administratif, tetapi menghasilkan infrastruktur yang aman dan tahan digunakan.
“Jangan sampai kita hanya mengejar proyek selesai, tetapi kemudian tidak lama setelahnya muncul kerusakan. Kualitas pekerjaan dan tanggung jawab kontraktor harus menjadi perhatian serius. Pengawasan juga harus dilakukan secara konsisten,” tegasnya.
Andre meminta penanganan diprioritaskan pada ruas dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Ia juga mengajak warga melaporkan jalan berlubang atau kerusakan infrastruktur yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, termasuk melalui media sosial dan kanal pengaduan pemerintah.
“Jangan menunggu ada korban baru kita bergerak. Kalau risikonya sudah terlihat, harus segera ditangani. Pemerintah punya tanggung jawab untuk memastikan masyarakat dapat menggunakan fasilitas publik dengan aman,” katanya.
Bagi Andre, persoalan infrastruktur pada akhirnya berkaitan dengan keselamatan keluarga. Kecelakaan akibat kerusakan jalan tidak hanya berdampak kepada pengguna jalan, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan keluarga yang kehilangan anggota atau sumber penghasilan.
“Jangan sampai ada keluarga yang kehilangan tulang punggung hanya karena persoalan infrastruktur yang sebenarnya bisa dicegah. Jangan sampai ada orang tua kehilangan anaknya, atau ada suami, istri, dan anak yang kehilangan orang yang mereka kasihi,” ujar Andre.


