RSUD Nduga Dikepung Masalah, Gubuganus Kogoya Serahkan Genset & Dorong Pembenahan
Jumat 28 Agustus 2026 13:40 WIBNDUGA - Persoalan mendasar masih membayangi pelayanan kesehatan di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. RSUD Elfrida Sara yang menjadi rumah sakit rujukan utama di daerah tersebut menghadapi sejumlah kendala, mulai dari pasokan listrik, ketersediaan oksigen dan air bersih, hingga persoalan hak tenaga kesehatan.
Ketua Komisi C DPRK Nduga Gubuganus Kogoya mengatakan, temuan itu didapatkannya setelah melakukan kunjungan kerja ke RSUD Elfrida Sara tiga hari lalu. Bersama anggota Komisi C DPRK Nduga lainnya, dia tidak hanya mengecek kondisi fasilitas, tetapi juga berinteraksi dengan pasien untuk melihat langsung dampak persoalan pelayanan di lapangan.
“Kita keliling, setiap ruangan masalahnya sama, kekurangan alat kesehatan, fasilitas pendukung lain, maupun juga penanganan secara medis. Kondisi ini jelas mengganggu pelayanan pasien. Kalau kondisi darurat, tidak bisa menolong,” ujar Gubuganus, Jumat (28/8/2026).
Legislator Partai Perindo ini juga menerima keluhan tenaga medis dan tenaga kesehatan terkait hak mereka yang belum dipenuhi. Kondisi tersebut dinilai dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan pelayanan di rumah sakit.
“Sejumlah tenaga medis dan tenaga kesehatan menyampaikan keluhan terkait gaji yang belum dibayarkan selama kurang lebih 4 bulan,” ungkap politisi lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) Jakarta ini.
Selain persoalan pembayaran gaji, Gubuganus mendapat laporan mengenai tenaga medis yang sudah lama tidak aktif bertugas. Kondisi itu menjadi perhatian karena rumah sakit rujukan utama harus memiliki tenaga yang cukup dan siap memberikan pelayanan ketika masyarakat membutuhkan.
“Kebutuhan masyarakat Nduga terhadap layanan kesehatan sangat tinggi. Jika kondisi ini dibiarkan, yang dirugikan adalah masyarakat,” tutur alumnus SMA PGRI Wamena ini.
Sebagai langkah cepat menghadapi persoalan listrik, Komisi C DPRK Nduga menyerahkan satu unit genset berkapasitas 15.000 watt kepada manajemen RSUD Elfrida Sara. Genset tersebut diharapkan dapat menjaga aktivitas pelayanan tetap berjalan ketika pasokan listrik terputus.
“Kami menyerahkan genset ini agar aktivitas pelayanan di rumah sakit tidak terhenti. Semoga bisa sedikit meringankan beban tenaga medis dan pasien yang berobat di sini,” kata Gubuganus.
Namun, dia menilai bantuan genset tidak menyelesaikan seluruh persoalan yang ditemukan. Rumah sakit tetap membutuhkan pembenahan pada kebutuhan dasar lainnya, termasuk ketersediaan oksigen, air bersih, alat kesehatan serta pemenuhan hak tenaga medis.
Seluruh temuan tersebut akan dibawa Gubuganus dan Komisi C kepada pimpinan DPRK Nduga untuk kemudian diteruskan kepada Bupati Nduga. Komisi C juga meminta Pemerintah Kabupaten Nduga bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengambil langkah konkret untuk memastikan kebutuhan dasar rumah sakit terpenuhi.
“Ini butuh perhatian dari pemerintah kabupaten Nduga. Kami meminta agar kebutuhan dasar rumah sakit seperti alat kesehatan, oksigen, listrik, air bersih dan pembayaran hak tenaga medis segera dipenuhi,” tegas Gubuganus.


