Daftar Anggota

Jurnal Anggota Legislatif

foto sampul

Kegiatan Lembaga

Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Sentra Madu di Desa Fatumnasi oleh Komisi II DPRD Kabupaten TTS

09 Juni 2026, 19:00 WIB

Pada hari ini, saya bersama teman-teman Komisi II DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi ke Sentra Madu yang berada di Desa Fatumnasi. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi pengelolaan sentra madu, perkembangan produksi, sarana dan prasarana yang tersedia, serta berbagai kendala yang dihadapi oleh para pengelola dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam usaha perlebahan.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Komisi II melakukan dialog dengan pengelola sentra madu dan masyarakat setempat untuk memperoleh informasi terkait proses produksi, pemasaran hasil madu, serta dukungan yang dibutuhkan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Selain itu, dilakukan peninjauan terhadap fasilitas yang digunakan dalam pengolahan dan penyimpanan madu untuk memastikan standar kebersihan dan kualitas produk tetap terjaga.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa Sentra Madu Desa Fatumnasi memiliki potensi yang sangat baik dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat dan pengembangan sektor usaha berbasis sumber daya lokal. Namun demikian, masih terdapat beberapa kebutuhan yang perlu mendapat perhatian, seperti peningkatan fasilitas produksi, penguatan kapasitas kelompok usaha, serta dukungan pemasaran yang lebih luas.

Melalui kegiatan monitoring ini, Komisi II DPRD Kabupaten TTS berkomitmen untuk mendorong berbagai program dan kebijakan yang dapat mendukung pengembangan Sentra Madu Desa Fatumnasi sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah.

Update Lainnya

Berita terbaru tentang pergerakan Perindo

Konsultasi Publik Bersama Masyarakat Desa Tunbes, Kecamatan Nunbena
Kegiatan Lembaga

Konsultasi Publik Bersama Masyarakat Desa Tunbes, Kecamatan Nunbena

Kegiatan konsultasi publik bersama masyarakat Desa Tunbes, Kecamatan Nunbena, sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi dan memperoleh masukan secara langsung dari masyarakat. Dalam kegiatan ini, saya berdialog bersama masyarakat terkait berbagai persoalan, kebutuhan, dan usulan pembangunan yang menjadi perhatian masyarakat untuk dapat diperjuangkan dan ditindaklanjuti melalui tugas dan fungsi saya sebagai Anggota DPRD Kabupaten TTS dari Fraksi Perindo.

Pansus Komisi II DPRD TTS terkait Polemik Kuota Sapi
Kegiatan Lembaga

Pansus Komisi II DPRD TTS terkait Polemik Kuota Sapi

Anggota DPRD Fraksi Partai Perindo Bersama Komisi II Anggota DPRD dari Fraksi Partai Perindo bersama Komisi II DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan terus menjalankan tugas pengawasan terhadap berbagai isu strategis daerah, khususnya di sektor peternakan dan ekonomi masyarakat. Dalam menyikapi polemik kuota sapi, Komisi II bersama Fraksi Partai Perindo aktif melakukan pembahasan melalui rapat kerja dan rapat dengar pendapat (RDP) guna menggali informasi secara menyeluruh dari pihak-pihak terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan proses distribusi kuota sapi berjalan secara transparan, adil, dan tepat sasaran, serta tidak merugikan peternak lokal. Fraksi Partai Perindo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap kebijakan agar berpihak pada kepentingan rakyat, serta mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan tata kelola yang bersih dan akuntabel.

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Usaha Kerajinan Marmer di Sanggar Kerja Desa Ajaobaki oleh Komisi II DPRD Kabupaten TTS
Kegiatan Lembaga

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Usaha Kerajinan Marmer di Sanggar Kerja Desa Ajaobaki oleh Komisi II DPRD Kabupaten TTS

Komisi II DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi ke Sanggar Kerja Kerajinan Marmer yang berada di Desa Ajaobaki. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung perkembangan usaha kerajinan marmer, melihat proses produksi, serta mengidentifikasi berbagai potensi dan kendala yang dihadapi para pengrajin dalam mengembangkan usaha mereka. Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi II berdialog dengan pengelola dan para pengrajin untuk memperoleh informasi terkait ketersediaan bahan baku, proses pengolahan, pemasaran hasil kerajinan, serta kebutuhan dukungan dari pemerintah daerah. Selain itu, dilakukan peninjauan terhadap fasilitas kerja dan peralatan produksi yang digunakan dalam pembuatan berbagai produk kerajinan marmer. Hasil monitoring menunjukkan bahwa usaha kerajinan marmer di Desa Ajaobaki memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai salah satu usaha ekonomi kreatif masyarakat yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan membuka lapangan pekerjaan. Namun, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu mendapat perhatian, antara lain keterbatasan peralatan produksi, akses pemasaran yang belum optimal, serta kebutuhan peningkatan keterampilan dan inovasi produk. Melalui kegiatan monitoring ini, Komisi II DPRD Kabupaten TTS berkomitmen untuk mendorong dukungan kebijakan dan program pemberdayaan yang dapat meningkatkan kapasitas para pengrajin, memperluas akses pasar, serta mengembangkan industri kerajinan marmer sebagai salah satu produk unggulan daerah.