searchCari
Daftar Anggota

Jurnal Anggota Legislatif

foto sampul

Kegiatan Lembaga

Pansus LKPJ Kepala Daerah Kabupaten TTS Tahun 2025 meninjau pemanfaatan dan distribusi alsintan pada gudang Dinas Pertanian Kabupaten TTS di Oenali.

01 Mei 2026, 13:45 WIB

Pansus LKPJ Kepala Daerah Kabupaten TTS Tahun 2025 melanjutkan uji petik dengan meninjau pemanfaatan dan distribusi alsintan pada gudang Dinas Pertanian Kabupaten TTS di Oenali. Dari hasil peninjauan, Pansus menemukan masih adanya sejumlah traktor dan fiber yang belum didistribusikan kepada penerima manfaat. Selain itu, banyak alat pertanian seperti pemipil jagung, alat tanam jagung, dan peralatan pertanian lainnya dalam kondisi rusak sehingga tidak dimanfaatkan secara optimal.

Pansus juga menyoroti banyaknya peralatan yang belum dimanfaatkan untuk mendukung pengolahan kebun dinas yang sebenarnya dapat dijadikan contoh pertanian produktif bagi masyarakat. Padahal, keberadaan kebun dinas seharusnya menjadi ruang edukasi, percontohan, dan pengembangan inovasi pertanian yang mampu mendorong semangat petani di daerah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan pembangunan pertanian tidak hanya terletak pada pengadaan bantuan, tetapi juga pada tata kelola distribusi, pemanfaatan, dan pemeliharaan aset daerah. Bantuan pertanian harus benar-benar sampai, digunakan, dan memberi dampak nyata bagi petani, bukan sekadar tercatat sebagai realisasi program dalam administrasi.

Update Lainnya

Berita terbaru tentang pergerakan Perindo

Tim Pansus LKPJ Kepala Daerah Kabupaten TTS melakukan uji petik di TK Negeri Kualin, Desa Kiufatu, Kecamatan Kualin
Kegiatan Lembaga

Tim Pansus LKPJ Kepala Daerah Kabupaten TTS melakukan uji petik di TK Negeri Kualin, Desa Kiufatu, Kecamatan Kualin

Tim Pansus LKPJ Kepala Daerah Kabupaten TTS melakukan uji petik di TK Negeri Kualin, Desa Kiufatu, Kecamatan Kualin, sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan daerah tahun anggaran 2025. Dari hasil peninjauan di lapangan, Pansus menemukan bahwa pembangunan jamban/WC telah selesai dikerjakan, namun hingga saat ini belum dimanfaatkan oleh pihak sekolah. Selain itu, fasilitas wastafel yang terbuat dari bahan plastik tidak berfungsi dengan baik, sehingga belum mendukung kebersihan dan kesehatan lingkungan belajar anak-anak. Sementara itu, pembangunan Alat Permainan Edukatif (APE) juga belum mencapai 100 persen. Masih terdapat pekerjaan yang belum diselesaikan, khususnya timbunan tanah untuk penanaman bunga di sekitar area APE. Akibatnya, fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh peserta didik. Temuan ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan OPD terkait agar tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik proyek, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan dan pemanfaatannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan anak usia dini. Pansus menegaskan bahwa setiap program pembangunan harus berorientasi pada manfaat nyata, tepat guna, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan langkah cepat dan konkret dari pihak terkait untuk segera menuntaskan kekurangan yang ada serta memastikan seluruh fasilitas dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Bersama Ketua DPC Perindo Kecamatan Amanatun Selatan, hari ini kami berkunjung dan berdiskusi dengan konstituen Partai Perindo di Desa Tesiatofanu, Kecamatan KIE
Kegiatan Partai

Bersama Ketua DPC Perindo Kecamatan Amanatun Selatan, hari ini kami berkunjung dan berdiskusi dengan konstituen Partai Perindo di Desa Tesiatofanu, Kecamatan KIE

Bersama Ketua DPC Perindo Kecamatan Amanatun Selatan, hari ini kami berkunjung dan berdiskusi dengan konstituen Partai Perindo di Desa Tesiatofanu, Kecamatan KIE. Pertemuan ini menjadi ruang untuk mendengar secara langsung kebutuhan dan harapan masyarakat, khususnya terkait pemberdayaan kelompok tani yang menjadi penopang utama ekonomi keluarga di desa. Kami percaya bahwa petani harus mendapat perhatian serius, bukan hanya melalui bantuan sesaat, tetapi lewat pendampingan, penguatan kelembagaan, serta dukungan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan. Ketahanan ekonomi daerah akan kuat apabila kelompok tani diberdayakan dengan baik. Dalam kesempatan ini kami juga membahas proses perekrutan pengurus DPRt Desa Tesiatofanu. Bagi kami, partai politik harus hadir sampai ke desa, dekat dengan masyarakat, dan menjadi wadah perjuangan aspirasi rakyat. Karena itu, pengurus yang dibentuk nantinya diharapkan adalah orang-orang yang mau bekerja, melayani, dan bertumbuh bersama masyarakat. Perjuangan politik tidak boleh berhenti pada momentum pemilu semata, tetapi harus terus diwujudkan melalui kerja nyata, konsolidasi, dan keberpihakan kepada kebutuhan rakyat kecil.

Tim II Pansus LKPJ Kabupaten TTS Tahun 2025 juga meninjau pembangunan Koperasi Desa Merah Putih serta pembangunan kembali Kantor Desa Bone
Kegiatan Lembaga

Tim II Pansus LKPJ Kabupaten TTS Tahun 2025 juga meninjau pembangunan Koperasi Desa Merah Putih serta pembangunan kembali Kantor Desa Bone

Di Desa Bone, Tim II Pansus LKPJ Kabupaten TTS Tahun 2025 juga meninjau pembangunan Koperasi Desa Merah Putih serta pembangunan kembali Kantor Desa Bone yang sebelumnya digusur untuk mendukung pembangunan koperasi tersebut. Pansus mencatat bahwa pembangunan Koperasi Desa Merah Putih telah mencapai progres sekitar 60 persen, sementara pembangunan kembali Kantor Desa Bone baru pada tahap penyelesaian fondasi dan belum menunjukkan tindak lanjut yang signifikan. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada pelayanan pemerintahan desa kepada masyarakat. Atas hal tersebut, Pansus mendorong Pemerintah Daerah untuk memastikan keseimbangan dan keberlanjutan kedua pembangunan ini, sehingga kehadiran Koperasi Desa tetap berjalan tanpa mengorbankan fungsi pelayanan publik dari Kantor Desa. Pansus juga akan meminta penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait guna memastikan perencanaan dan pelaksanaan berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan kepentingan masyarakat.