searchCari
Daftar Anggota

Jurnal Anggota Legislatif

foto sampul

Kegiatan Lembaga

Rapat Kerja Komisi I DPRD Kab TTS dengan Dinas Kominfo Kab TTS

11 Februari 2026, 15:00 WIB

Komisi I DPRD Kabupaten TTS dalam Rapat Kerja bersama Dinas Kominfo menegaskan bahwa evaluasi pelaksanaan APBD 2025 harus menitikberatkan pada efektivitas program, kualitas serapan anggaran, serta dampaknya terhadap penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik, keterbukaan informasi publik, dan pemerataan akses jaringan komunikasi.
Pengawasan tidak berhenti pada angka realisasi, tetapi pada sejauh mana infrastruktur digital, pengelolaan data, dan sistem komunikasi publik benar-benar meningkatkan transparansi dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam persiapan APBD 2026, Komisi I mendorong perencanaan yang lebih strategis, terukur, dan berbasis kebutuhan riil daerah—terutama penguatan jaringan di wilayah blank spot, peningkatan kapasitas SDM digital, serta keamanan informasi pemerintah daerah. Setiap alokasi anggaran harus akuntabel, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan selaras dengan agenda transformasi digital Kabupaten TTS.

Update Lainnya

Berita terbaru tentang pergerakan Perindo

Komisi I DPRD Kabupaten TTS melaksanakan rapat bersama BKPSDMD Kabupaten TTS
Kegiatan Lembaga

Komisi I DPRD Kabupaten TTS melaksanakan rapat bersama BKPSDMD Kabupaten TTS

Hari ini Komisi I DPRD Kabupaten TTS melaksanakan rapat bersama BKPSDMD Kabupaten TTS dalam rangka membahas pengangkatan PPPK Paruh Waktu di Kabupaten TTS. Pembahasan ini penting sebagai bentuk perhatian terhadap tenaga non-ASN yang selama ini telah mengabdi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di berbagai sektor pemerintahan. Kami memandang proses pengangkatan PPPK harus dilakukan secara transparan, adil, dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku, sehingga mampu memberikan kepastian dan penghargaan terhadap pengabdian para tenaga kerja yang telah lama melayani daerah. Komisi I DPRD TTS berkomitmen terus mengawal kebijakan kepegawaian agar tetap berpihak pada kepentingan pelayanan publik, menjaga kualitas birokrasi, serta memberikan ruang keadilan bagi tenaga kerja di daerah.

Bersama Orang Tua Murid dan Anak2 TRK Fatukusi Desa Fatukusi Kec KiE
Kegiatan Partai

Bersama Orang Tua Murid dan Anak2 TRK Fatukusi Desa Fatukusi Kec KiE

Di sela - sela acara peletakan baru pertama saya bersama orang tua murid dan anak-anak TRK Fatukusi di Desa Fatukusi, Kec. KiE, kami berdiskusi tentang harapan panjang masyarakat yang akhirnya mulai terjawab. Setelah 11 tahun penuh perjuangan dan keterbatasan, kini masyarakat Fatukusi akan memiliki 1 Sekolah Dasar sendiri. Ini bukan sekadar pembangunan gedung sekolah, tetapi sebuah langkah penting untuk memutus rantai ketertinggalan pendidikan di desa ini. Selama bertahun-tahun masyarakat hidup dengan stigma sebagai “desa buta huruf”. Namun saya percaya, setiap anak di Fatukusi memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan masa depan yang lebih baik. Kehadiran sekolah ini adalah simbol harapan baru bagi generasi muda di desa ini agar mereka dapat tumbuh dengan pengetahuan, kepercayaan diri, dan kesempatan yang lebih luas. Sebagai wakil rakyat, saya melihat pendidikan bukan hanya urusan pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun kualitas manusia di TTS. Karena itu, perjuangan menghadirkan akses pendidikan di wilayah-wilayah terpencil harus terus menjadi perhatian bersama antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Kita ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses pendidikan.

Pertemuan Anggota DPRD Dapil TTS 4 di ruang Pimpinan DPRD Kab TTS
Kegiatan Lembaga

Pertemuan Anggota DPRD Dapil TTS 4 di ruang Pimpinan DPRD Kab TTS

Pertemuan Anggota DPRD Dapil TTS 4 membahas langkah bersama untuk membantu Pemerintah Daerah menangani kondisi jalan rusak di Oenitas dan Netutnana. Kerusakan jalan ini sangat dirasakan masyarakat karena menghambat mobilitas, aktivitas ekonomi, dan pelayanan dasar. Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kepada masyarakat, kami berinisiatif memberikan kontribusi swadaya untuk membantu proses perbaikan jalan. Semangat gotong royong harus terus dijaga, karena pembangunan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak demi kepentingan masyarakat.