searchCari
Daftar Anggota

Jurnal Anggota Legislatif

foto sampul

Kegiatan Lembaga

RAPAT PIMPINAN DPRD DAN PIMPINAN FRAKSI

23 April 2026, 13:34 WIB

Rapat Pimpinan DPRD dan Pimpinan fraksi-fraksi dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti hasil rapat banmus terkait jadwal kegiatan dprd masa sidang 1 tahun 2026, dalam putusan banmus tersebut diputuskan rapat Pimpinan dprd dan Pimpinan fraksi dalam rangka mengubdate informasi-informasi dan isu-isu terkini yang dipandang perlu untuk di sikapi. terhadap rapat tersebut diperoleh beberapa pandangan dari pimpinan fraksi sehingga menjadi keputusan untuk segera di tindaklanjuti.

Update Lainnya

Berita terbaru tentang pergerakan Perindo

MENERIMA MASA AKSI RAKYAT MENGGUGAT REFORMASI JILID DUA
Kegiatan Lembaga

MENERIMA MASA AKSI RAKYAT MENGGUGAT REFORMASI JILID DUA

Massa aksi merobohkan pagar utama Kantor DPRD Halmahera Selatan saat demonstrasi menolak kenaikan harga BBM non-subsidi, Senin (15/6/2026). Aksi sempat memanas, massa membakar ban bekas dan terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. Demonstran menuntut pencabutan kebijakan kenaikan BBM serta menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah, tata kelola program MBG, dan kondisi ekonomi masyarakat. Pagar utama Kantor DPRD Halmahera Selatan, Maluku Utara, dirobohkan massa dalam aksi penolakan kenaikan harga BBM non subsidi, Senin (15/6/2026). Pagar kantor yang beralamat di Jalan Panambuang, Labuha, Kecamatan Bacan Selatan, tersebut dirobohkan saat massa aksi berupaya menorobos masuk ke dalam halaman, sekitar pukul 11.54 WIT. Massa juga membakar ban bekas di halaman setelah merobohkan pagar. Ketegangan sempat terjadi antara massa aksi dan pihak kepolisian yang melakukan pengamanan. Ada pun puluhan massa aksi tersebut tergabung dalam OKP Cipayung Halmahera Selatan. Di antaranya, KNPI, HMI, GMNI, PMII, LMND, GMKI, dan GAMKI. Selain kenaikan harga BBM, massa juga  menyoroti masalah tata kelola program MBG, melemahnya nilai tukar rupiah, pemborosan APBN, hingga praktik militerisme di kalangan masyarakat sipil. Ketua DPD KNPI Halmahera Selatan, Sefnar Tagaku, menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM memberikan dampak langsung terhadap seluruh sektor kehidupan masyarakat. Di mana harga kebutuhan pokok akan naik, biaya transportasi makin mahal, dan puncaknya adalah daya beli masyarakat yang terus menurun. "Kondisi ini paling dirasakan masyarakat kecil seperti nelayan, petani, buruh, hingga pedagang kaki lima," ujar Sefnat dalam keterangannya. Sefnat menilai pemerintah pusat gagal menghadirkan kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil, termasuk di Halmahera Selatan. Oleh karena itu, pihaknya meminta DPRD dan dan pemerintah daerah mendesak pemerintah pusat untuk mencabut kebijakan kenaikan harga BBM. Kami juga meminta agar program-program yang tidak menjadi kebutuhan dasar rakyat kecil seperti program MBG, segera dihentikan," tandasnya Anggota DPRD Halsel Sagaf Hi. Taha, Tamrin Haji Hasim, Irawan Adam dan Masdar Mansur menerima masa pendemo dan sekaligus memberikan tanggapan bahwa akan menyampaikan tuntutan masa aksi ini ke pimpinan DPRD untuk ditindaklanjuti.

RAPAT EVALUASI PROGRAM DAN ANGGARAN TRIWULAN I TAHUN 2026
Kegiatan Lembaga

RAPAT EVALUASI PROGRAM DAN ANGGARAN TRIWULAN I TAHUN 2026

Dalam rangka evaluasi program dan anggaran 2026, Komisi 1 melakukan rapat evaluasi program dan anggaran dengan mitra kerja komisi 1, yang pertama ini dengan dinas perpustakaan dan kearsipan.

RDP Lintas Komisi 1, 2, dan 3 DPRD Halsel bersama Dinas Perhubungan, KPLP pelabuhan Babang, Pemilik Kapal dan Agen pengelolaan pelayaran di halsel
Kegiatan Lembaga

RDP Lintas Komisi 1, 2, dan 3 DPRD Halsel bersama Dinas Perhubungan, KPLP pelabuhan Babang, Pemilik Kapal dan Agen pengelolaan pelayaran di halsel

Menyikapi 2 kejadian tenggelamnya kapal yg terjadi di desa bibinoi dan karamnya intim teratasi di pulau makian, DPRD Halsel melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses pelayaran yakni dinas perhubungan, pengelola pelabuhan babang dan kupal, pemilik kapal dan agen pelayaran untuk dimintai penjelasan soal standar layaknya pengelolaan pelayaran di halsel. Dalam RDP tersebut terungkap banyak hal yang selama ini lalai dilakukan oleh pengelola pelayaran termasuk pemilik kapal; diantaranya kelayakan kapal termasuk jadwal docing dan pemeriksaan setiap kapal yang akan diberangkatkan, begitu pula over lut penumpang yang kadang tidak masuk dalam daftar maniface. DPRD halsel dibuat geram dengan penjelasan pengelola pelayaran. Dalam rapat tersebut DPRD halsel menegaskan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan mekanisme kesahbandaran pelabuhan babang dan kupal, begitu juga meminta kapal-kapal untuk rutin melakukan pengecekan kelayakan kapal di pool sebelum kapal di berangkatkan.