Daftar Anggota
  • Berita
  • 13x Mediasi Tanpa Hasil, Dewan dari Perindo Desak Disperindag Pertemukan Pedagang dan Wali Kota Ambon
13x Mediasi Tanpa Hasil, Dewan dari Perindo Desak Disperindag Pertemukan Pedagang dan Wali Kota Ambon

13x Mediasi Tanpa Hasil, Dewan dari Perindo Desak Disperindag Pertemukan Pedagang dan Wali Kota Ambon

Rabu 23 Juni 2021 16:28 WIB

AMBON - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon desak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon pertemukan pedagang dengan Wali Kota Ambon. Menyusul mediasi persoalan relokasi pedagang kawasan Gedung Putih Pasar Mardika tidak juga membuahkan hasil. Padahal mediasi yang digelar Rabu (16/6/2021) pagi lalu oleh Komisi III DPRD Kota Ambon adalah pertemuan ke-13. Pertemuan terakhir yang berlangsung hingga Rabu siang melibatkan Disperindag serta CV Ilmi selaku pengembang. "Saya mintakan Kadis Perindag mediasi pertemuan dengan Wali Kota," desak Wakil Ketua Komisi II, Harry Putra Far Far. Menurutnya, relokasi pedagang dalam rangka revitalisasi pasar harus bebas biaya, serupa dengan janji yang telah dinyatakan Wali Kota, Richard Louhenapessy kepada pedagang. Pedagang juga sangat mendukung program pemerintah untuk mempercantik wajah kota berjuluk manise itu. Namun, nyatanya justru pedagang dibebankan dengan biaya sewa lapak yang baru. Legislator Partai Perindo Ambon ini menilai alasan kurangnya pendanaan yang dikemukakan Disperindag tidak tepat. Aturan tarif sewa yang tertuang dalam SK Wali Kota tertanggal 28 Mei 2021 pun malah menuntun pedagang untuk berurusan dengan pihak ketiga. "Kesepakatan murni itu antara pedagang dengan pemerintah kota. Kok, sekarang yang harus dimintai pertanggungjawaban itu para pedagang,” kata Far Far. "SK yang ada supaya kadis (Disperindag) ini fasilitasi pedagang bertemu pak wali. Ini kan janji walikota, harus bertanggung jawab untuk ini,” imbuhnya. Intruksi Komisi III dinilai pedagang sangat tepat, mengingat Wali Kota sedari awal memastikan tidak ada pungutan apapun untuk dalam relokasi tersebut. “Kita akan ketemu walikota untuk sampaikan ini. Karena wali kota yang awalnya bilang gratis. Tapi kok sekarang bayar,” ujar salah seorang pedagang ikut dalam rapat bersama di Gedung Dewan Kota Ambon itu. TRIBUNAMBON.COM