19 Tahun Tanpa Lapangan Layak, Suhardi Kawal Pembangunan di Desa Bulili Sigi
Kamis 12 Februari 2026 10:33 WIBSIGI - Sudah 19 tahun Desa Bulili, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah berdiri tanpa lapangan sepak bola yang layak. Di tengah tanah yang tak rata dan garis gawang seadanya, para pemuda desa itu justru dua kali menjuarai Liga 4 tingkat lokal.
Ironi itu mencuat dalam reses anggota DPRD Kabupaten Sigi Suhardi K. Tak hanya mendengar keluhan terkait pembangunan, dia langsung meninjau lokasi yang direncanakan menjadi lapangan bola desa. Hamparan tanah yang selama ini dipakai bermain itu tanpa tribun, tanpa drainase, dan tanpa standar ukuran.
“Saya akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait untuk memastikan rencana pembangunan ini terealisasi. Ini adalah bentuk dukungan konkret kami terhadap aspirasi masyarakat yang telah menunggu lama,” kata Suhardi, Rabu (11/2/2026).
Pembangunan kian mendesak setelah Kecamatan Nokilalaki menunjuk Desa Bulili sebagai tuan rumah peringatan HUT ke-81 RI tingkat kecamatan. Waktu persiapan tersisa sekitar lima bulan. Lapangan itu bukan hanya untuk pertandingan, tetapi untuk upacara dan pusat kegiatan warga.
Bagi warga Bulili, lapangan itu lebih dari sekadar tanah lapang. Itu adalah penanda apakah janji pembangunan benar-benar menjejak tanah desa atau kembali menguap bersama musim kompetisi berikutnya.
Dalam dialog reses, persoalan lapangan bola bukan satu-satunya yang mengemuka. Warga mengusulkan penambahan tiga ruang belajar dan satu ruang guru di SDN Inpres Bulili, pengaspalan jalan 400 meter menuju SMK 4 Sigi, serta dukungan bagi pelaku UMKM mulai dari gula aren, perbengkelan hingga jasa boga.
Suhardi menyebut pengembangan UMKM sebagai prioritas programnya. Anggota Komisi I sekaligus Anggota Badan Anggaran DPRD Sigi ini meminta warga mengajukan proposal untuk mendapatkan dukungan anggaran.
“Rencananya akan diadakan Festival Gula Aren Dapil II, yang diharapkan memecahkan rekor MURI sebagai bentuk promosi potensi lokal Kecamatan Palolo dan Nokilalaki,” tambah legislator Partai Perindo ini.
Dia menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah Kabupaten Sigi, khususnya di bidang pendidikan, olahraga, infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat.


