3 Legislator Partai Perindo Turun ke Lokasi Banjir Lombok Timur, Salurkan Pompa dan Logistik
Senin 02 Maret 2026 10:37 WIBLOMBOK TIMUR - DPD Partai Perindo Lombok Timur bergerak cepat merespons banjir yang melanda wilayah selatan kabupaten di Nusa Tenggara Barat itu. Tanpa menunggu genangan sepenuhnya surut, tiga legislator Fraksi Partai Perindo DPRD Lombok Timur turun langsung ke lokasi terdampak di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru untuk menyerahkan bantuan.
Bantuan yang disalurkan berupa satu unit pompa penyedot air merek Honda GP 160, serta paket minyak goreng dan mie instan bagi warga yang terdampak. Pompa tersebut diharapkan mempercepat penyedotan air yang masih menggenangi ratusan rumah.
“Bantuan ini bentuk kepedulian Partai Perindo Lombok Timur kepada masyarakat yang terdampak bencana,” ungkap Sekretaris DPD Partai Perindo Lombok Timur Ahyar Rosyidi, Jumat (27/2/2026).
Wakil Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Lombok Timur ini datang bersama dua legislator Partai Perindo lainnya, Yeyen Safitri dan Muhammad Luthfi. Ketiganya meninjau langsung kondisi permukiman yang masih dipenuhi lumpur dan sisa genangan.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat dan membantu percepatan penanganan bencana,” tutur Ahyar.
Selain bantuan pompa dan logistik, Perindo Lombok Timur menyiagakan ambulans bagi warga yang membutuhkan transportasi menuju fasilitas kesehatan.
Menurutnya, dalam situasi pascabencana, kebutuhan layanan medis sering kali meningkat, sementara akses tidak selalu mudah. “Kami menawarkan Ambulance Perindo untuk digunakan masyarakat yang membutuhkan sarana transportasi ke fasilitas kesehatan,” tegas Ahyar.
Banjir dan tanah longsor sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Lombok Timur pada Selasa, 24 Februari 2026 sekitar pukul 13.00 WITA. Hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang menyebabkan sedikitnya 10 desa di enam kecamatan terdampak.
Di Desa Ekas Buana, lebih dari 400 rumah dilaporkan terendam. Warga menyebut banjir tahun ini tergolong parah karena merendam banyak permukiman dan meninggalkan lumpur tebal di dalam rumah. Hingga beberapa hari setelah kejadian, upaya pembersihan masih terus dilakukan secara swadaya, dibantu berbagai pihak.


