Alasan Masyarakat Pakai BBM Swasta Meski Harga Lebih Tinggi
Senin 10 Oktober 2022 08:18 WIBJAKARTA - Semenjak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, maupun non subsidi naik pada Sabtu (3/9/2022) yang lalu. Banyak masyarakat yang lebih memilih BBM Swasta dibandingkan BBM milik Pertamina.
Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPW Pemuda Perindo DKI Jakarta David Hosea mengatakan banyak masyarakat yang beralih ke SPBU swasta karena hal ini lebih percaya dengan kualitas.
"Meskipun lebih mahal di swasta di RON 92 yang perbedaannya hanya ratusan perak namun memang masyarakat lebih memilih SPBU swasta, hal ini dikarenakan lebih irit," Ungkapnya di Podcast Aksi Nyata digelar Partai Perindo, Minggu (9/10/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Menurut David, harga BBM swasta memang tidak melulu selalu murah dibandingkan milik pemerintah. Hal ini dikarenakan, SPBU swasta selalu mengikuti harga minyak dunia.
"Contohnya tahun lalu, RON 92 itu masuk di harga Rp20 ribu. Itu mereka mengikuti harga minyak dunia. Untuk itu harusnya pemerintah bisa merevisi aturan ini," tuturnya.
David juga menjelaskan, dengan merevisi aturan terkait persaingan harga tersebut. Pemerintah tidak perlu khawatir dengan pendapatan dari Pertamina tidak akan berkurang banyak.
"Karena SPBU swasta tidak ada di kota-kota kecil, di pulau ibaratnya di Sulawesi Utara tidak ada SPBU itu," Ucapnya. Selain kualitas di BBM swasta, David juga menyebut soal aplikasi yang diwajibkan saat isi BBM.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Dijelaskan David, aplikasi ini memang belum sepenuhnya menyeluruh meskipun ada beberapa yang sudah menjalankan hal tersebut. Akan tetapi penggunaan ponsel inilah yang menjadi memberatkan.
"Makanya saya bingung, mengapa di Pertamina boleh. Tapi diluar negeri di Australia tidak diperbolehkan sama sekali. Seperti waktu itu saya baru saja angkat telpon langsung diteriaki pakai toa," ucapnya.
David menambahkan, dengan adanya revisi ini pemerintah juga harus tegas soal pengaturan kebijakan jenis mobil dan CC yang di atur dalam pengisian BBM, peraturan inilah yang terus menjadi pro dan kontra di tengah masyarakat.
Okezone


