Aleg Perindo Binsar Simarmata Dorong Dispora Medan Perkuat Pembinaan Karate
Selasa 31 Maret 2026 13:39 WIBMEDAN – Pengembangan olahraga di daerah tidak hanya bertumpu pada kompetisi, tetapi juga pada sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Ketersediaan data, dukungan sarana, serta keterlibatan semua pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menciptakan atlet berprestasi.
Perhatian terhadap hal ini disuarakan Sekretaris Fraksi PAN Perindo DPRD Kota Medan, Binsar Simarmata, yang mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan untuk memberikan perhatian lebih terhadap cabang olahraga karate, khususnya perguruan Wadokai.
Dia menilai langkah awal yang perlu dilakukan adalah inventarisasi dojo Wadokai di seluruh wilayah Kota Medan sebagai dasar dalam memperkuat pembinaan atlet secara menyeluruh.
“Dispora bersama para camat di Kota Medan kita minta supaya menginventarisasi Dojo Wadokai. Ini langkah awal untuk melakukan pembinaan dan perhatian Pemerintah Kota Medan terhadap Cabor Karate,” ujar Binsar Simarmata usai menerima audiensi Pengurus Cabang (Pengcab) Wadokai Medan di ruang fraksi, Senin (30/3).
Pendataan yang komprehensif dinilai penting untuk memastikan pembinaan tidak berjalan parsial. Informasi terkait sarana, prasarana, hingga sumber daya manusia di setiap dojo akan menjadi dasar dalam menyusun program pengembangan yang lebih terarah.
“Kita berharap dengan adanya perhatian khusus Dispora Medan terhadap Cabor Karate, maka potensi atlet dapat dikembangkan secara maksimal, pembinaan berjalan lebih terstruktur, dan prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional dapat ditingkatkan,” kata Binsar yang juga anggota Komisi II DPRD Medan.
Dorongan tersebut sejalan dengan komitmen Partai Perindo dalam mendorong penguatan sumber daya manusia melalui berbagai sektor, termasuk olahraga. Pembinaan atlet sejak dini dinilai memiliki kontribusi tidak hanya pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda.
Dalam audiensi tersebut, Pengurus Cabang Wadokai Medan menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi, terutama terkait minimnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap cabang olahraga karate.
Plt Ketua Pengcab Wadokai Medan, Mula Eka Tamba, mengungkapkan bahwa dojo Wadokai saat ini telah tersebar di seluruh kecamatan di Kota Medan dengan jumlah peserta mencapai sekitar 1.000 orang. Namun, dukungan yang diberikan dinilai belum optimal.
“Dojo Wadokai ada di semua kecamatan, tapi ketika ada event olahraga seperti Porkot Medan, atlet dari perguruan kami tidak pernah dilibatkan. KONI kecamatan harusnya melakukan seleksi secara terbuka dengan mengundang semua perguruan karate,” ujar Mula Tamba.
Kondisi ini menunjukkan perlunya sistem pembinaan yang lebih inklusif dan transparan, sehingga seluruh potensi atlet dapat terakomodasi secara adil. Keterlibatan semua perguruan dalam proses seleksi menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem olahraga yang kompetitif.
Melalui dorongan tersebut, diharapkan perhatian terhadap cabang olahraga karate di Kota Medan dapat semakin meningkat, sehingga pembinaan atlet berjalan lebih optimal dan mampu melahirkan prestasi yang membanggakan di tingkat yang lebih luas.


