Daftar Anggota
  • Berita
  • Ancaman Keselamatan, Arnol Aholai Desak Pembenahan Jalur Darurat RSUD Anuntaloko
Ancaman Keselamatan, Arnol Aholai Desak Pembenahan Jalur Darurat RSUD Anuntaloko
inspeksi mendadak bersama Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), legislator Partai Perindo Arnol Aholai, Senin (20/4/2026)

Ancaman Keselamatan, Arnol Aholai Desak Pembenahan Jalur Darurat RSUD Anuntaloko

Kamis 23 April 2026 16:25 WIB

PARIGI MOUTONG - Tumpukan tempat tidur pasien bekas menguasai jalur tangga darurat di lantai empat gedung rawat inap RSUD Anuntaloko, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. 

Jalur yang seharusnya steril sebagai akses penyelamatan itu berubah fungsi dan berpotensi membahayakan dalam situasi darurat.

Temuan ini mendapat perhatian DPRD Parimo. Dalam inspeksi mendadak bersama Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), legislator Partai Perindo Arnol Aholai menilai kondisi tersebut tidak dapat ditoleransi. 

"Saya harap sebagai rumah sakit milik daerah, hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi," kata anggota Komisi IV DPRD Parimo ini, Senin (20/4/2026).

Kunjungan dilakukan menyusul laporan pekerjaan dan keluhan masyarakat. Kondisi di lapangan menunjukkan pengelolaan fasilitas vital rumah sakit belum berjalan optimal.

Arnol mengatakan, penumpukan tempat tidur di jalur evakuasi bukan sekadar persoalan kerapian, melainkan menyangkut keselamatan.

"Kalau terjadi kondisi mendesak seperti kebakaran atau bencana, jalur ini sangat vital. Tidak boleh terhalang," tutur Sarjana Hukum lulusan Universitas Tadulako, Kota Palu ini. 

Arnol meminta manajemen RSUD segera memindahkan seluruh tempat tidur bekas tersebut ke lokasi yang semestinya. Jika penanganan berada di bawah tanggung jawab pihak ketiga, pihak rumah sakit diminta bertindak tegas.

"Kalau ini tanggung jawab pihak ketiga, RSUD harus segera bertindak dan memberikan peringatan keras," ucapnya. 

Dia memberi batas waktu penanganan selama tiga hari, mengingat pentingnya fungsi jalur evakuasi bagi keselamatan.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUD Anuntaloko Irwan menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan tersebut. "Ke depan, segala bentuk masukan dari pansus akan segera kami laksanakan," ungkapnya.

Dia memastikan pembenahan dilakukan secepatnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar pelayanan dan keselamatan pasien serta tenaga kesehatan.