Daftar Anggota
  • Berita
  • Anggota DPR Blak-blakan Paparkan Trik Jitu Tetap Sukses Nyaleg Meski Dana Pas-pasan
Anggota DPR Blak-blakan Paparkan Trik Jitu Tetap Sukses Nyaleg Meski Dana Pas-pasan
Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di DPR RI, Achmad Baidowi dalam webinar mingguan Partai Perindo

Anggota DPR Blak-blakan Paparkan Trik Jitu Tetap Sukses Nyaleg Meski Dana Pas-pasan

Jumat 27 Mei 2022 21:05 WIB

JAKARTA - Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di DPR RI, Achmad Baidowi menyebut bahwa untuk maju sebagai calon legislatif (Caleg) tak melulu harus memiliki sumber finansial yang sangat tinggi. Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk menekan hal tersebut.

"Kalau dikatakan Caleg tidak membutuhkan uang, bohong. Semua Caleg membutuhkan uang. Tapi kalo dikatakan menjadi Caleg harus banyak uang, tidak juga," kata pria yang akrab disapa Awiek Webinar Perindo bertajuk 'Benarkah Menjadi Caleg Butuh Biaya Mahal', Jumat (27/5/2022).

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Ketua DPP PPP itu mengisahkan, pada Pemilu 2014 silam, dengan sumber dana yang terbilang tidak terlalu banyak, dia masih tetap bisa memaksimalkan perolehan suara.

Salah satu yang menjadi kuncinya untuk menekan biaya politik tersebut, Awiek bersama Caleg-caleg lain dari partainya melakukan upaya gotong royong untuk menekan biaya politik di daerah pemilihan (Dapil) nya tersebut.

"Di dapil itu tidak hanya satu calon legislatif, tetapi ada banyak calom legislatif. Saya ambil contoh misalkan si A cuma memiliki dana 500 juta, disitu ada 8 caleg, kalo sama-sama dana nya Rp500 juta, kalo terkumpul itu Rp4 miliar untuk konsolidasi dalam satu dapil yang ditanggung renteng," ujarnya.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Dengan begitu, kata dia, cara ini sangat efektif untuk membantu proses politik dari masing-masing Caleg tersebut. Yang membuat biaya politik terlihat mahal, jika hal itu ditanggung perorangan.

"Sebaliknya kalo kerja sendirian, ongkos politik, ongkos konsolidasi, ongkos saksi akan ditanggung satu orang. Itulah kenapa kemudian bedanya Caleg dengan kepala daerah ataupun presiden. Karena dalam satu Dapil itu bisa digotong royongkan dengan caleg-caleg yang lain," tutur dia melanjutkan.

Okezone