Anggota DPRD Kupang Ini Sebut Ada Oknum 'Bupati Kecil' di Posko Bencana Seroja
Rabu 19 Mei 2021 10:25 WIBKUPANG - Anggota DPRD Kabupaten Kupang asal Partai Perindo, Mesak Mbura, menyebut terdapat oknum 'bupati kecil' di posko penanggulangan bencana Seroja, Kupang, NTT. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas Komisi DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Kupang di ruang rapat bersama DPRD di Oelamasi, Selasa ( 18/05/2021). Politisi Partai Perindo Kupang ini mempertanyakaan, pertama terkait adanya oknum di luar sistem Pemerintahan Kabupaten Kupang yang selalu menjawab setiap rilis berita menyangkut data badai Seroja, padahal oknum tersebut berada di luar sistem Pemerintahan Kabupaten Kupang. "Kita minta agar yang memberikan jawaban menyangkut data transisi dan pemulihan, jumlah total berapa banyak yang rusak berat, sedang, ringan, berapa total dana dan berapa nilai kerugian adalah pihak yang ada dalam sistem pemerintahan," kata Mesak Mbura dalam keterangannya. "Kapasitas oknum di luar sistem itu apakah juru bicaranya pemerintah? Kalau dari pemerintah tunjukan legalitas sebagai juru bicara pemerintah," tambahnya. Dia mempertanyakan data yang sampaikan oknum di luar sistem ini apakah sudah benar. Terlebih, kapasitas oknum tersebut turut dipertanyakan dalam menjawab setiap pertanyaan menyangkut data badai Seroja karena legalitasnya yang belum bisa dipertanggungjawabkan. "Yang kedua apakah SK Bupati tentang masa transisi dan pemulihan ini sudah final? Kalau sudah final kenapa ada up date data?," kata Mesak Mbura. Ketiga, terkait pencairan dana Rp7 miliar berdasarkan laporan yang disampaikan oleh BPBD setempat bahwa dana yang sudah digunakan senilai Rp1,5 miliar, artinya masih tersisa dana sebesar Rp5,5 miliar. Ia menyarakan agar sisa alokasi dana tersebut digunakan untuk perbaikan sarana infrastrutur ke sentra industri pertanian yang siap panen saat ini namun rusak akibat hantaman bencana banjir bandang. "Dengan membangun kembali sarana infrastruktur ke sentra industri tersebut dapat membatu petani untuk mendroping hasil pertaniannya baik ke rumah maupun ke pasar," ungkapnya. "Tentu dengan membangun kembali fasilitas ke sentra industri pertanian ini dapat meningkatkan ketahanan ekonomi daerah dan rumah tangga," tutup Mesak Mbura.


